PKPI Sikka Bongkar Dugaan Penggelembungan Suara PPP di Alok Timur
Dibaca 28 kali
Kotak-kotak suara yang disiapkan dalam rangka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 di Aula Karmel Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Aula Karmel Maumere Kabupaten Sikka Propinsi NTT, berakhir Rabu (8/5) dengan penghitungan suara untuk Kecamatan Alok Timur. Dalam proses itu, PKPI Sikka berhasil membongkar dugaan penggelembungan suara untuk PPP pada Pemilu DPRD Kabupaten.
Proses rekapitulasi yang dipandu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka Feri Soge, pada awalnya berlangsung lancar sejak penghitungan suara dari Pemilu Presiden dan Wakil Presiden sampai Pemilu DPRD Propinsi. Memasuki Pemilu DPRD Kabupaten, ruang rapat pleno rekapitulasi berubah menjadi panas.
Adalah Edward Lodovic, saksi PKPI Sikka yang mengungkap tabir dugaan penggelembungan suara. Dia menyisir Model DA1-DPRD Kabupaten/Kota yang diterbitkan PPK Alok Timur, di mana perolehan suara partai dan calon untuk PPP tertulis sejumlah 718 suara.
PKPI Sikka yang mengikuti proses rekapitulasi secara baik di PPK Alok Tmur, menemukan dugaan penggelembungan suara untuk PPP pada Desa Watugong dan Lepolima. Edward Lodovic lalu membeberkan data hasil pleno PPK Alok Timur untuk dua desa itu.
Untuk Watugong, dari 7 tempat pemungutan suara (TPS) di desa itu, PPP hanya mendapatkan 1 suara. Namun dalam Model DA1-DPRD Kabupaten/Kota, tertulis angka 21. Lalu untuk Lepolima, dari 5 TPS di desa itu, PPP hanya memperoleh 5 suara. Tetapi yang tertulis pada Model DA1-DPRD Kabupaten/Kota sejumlah 20 suara.
Saksi PKPI Sikka menilai ada upaya penggelembungan suara kepada PPP, dengan tujuan untuk mendapatkan kursi ke-10 atau kursi terakhir Dapil Sikka 1 yang meliputi Kecamatan Alok Timur, Alok, Alok Barat, dan PaluE. Dan upaya itu terindikasi sejak PPK Alok Timur menggelar rekapitulasi ulang pada Minggu (5/5), padahal proses rekapitulasi di PPK Alok Timur sudah berakhir pada Sabtu (4/5).
Menanggapi temuan PKPI Sikka terhadap penggelembungan suara untuk PPP di Watugong dan Lepolima, PPK Alok Timur kemudian melakukan penelusuran. Dari hasil penelusuran, PPK Alok Timur memastikan data sesungguhnya seperti yang disampaikan saksi PKPI.
Bertambahnya suara PPP, ternyata diambil dari PKB. Setelah ditelusuri, terdapat 45 suara PKB yang hilang, dan kemudian ditransfer sejumlah 40 suara untuk PPP dan 5 suara untuk PSI. Melalui dinamika dan gugatan atas kinerja PPK Alok Timur, forum rapat pleno mengembalikan 45 suara PKB yang diambil dari 40 suara PPP dan 5 suara PSI.
Dengan demikian terjadi perubahan perolehan suara, di mana PPP yang sebelumnya memperoleh 718 suara, berubah menjadi 678 suara. Lalu PSI yang sebelumnya mendapatkan 1.038 suara, berubah menjadi 1.033 suara, dan PKB yang sebelumnya mendapatkan 1.469 suara, berubah menjadi 1.505 suara.
Dengan hasil perubahan ini, PKPI Sikka memastikan mendapatkan kursi ke-10 atau kursi terakhir untuk Dapil Sikka 1. Perjuangan dramatis PKPI Sikka ini akhirnya mengantar Hyginus Claudius Daga ke DPRD Sikka. Dia memperoleh suara tertinggi di PKPI Sikka sejumlah 1.119 suara.*** (eny)