Siapa di Balik Penggelembungan Suara PPP?

0
606
Siapa di Balik Penggelembungan Suara PPP?
Ketua PKPI SikkaHildegardis Sunur (paling kanan)
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus penggelembungan suara PPP di Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Propinsi NTT, terus menjadi diskursus hangat di tengah masyarakat. Pertanyaan yang sering terdengar adalah siapa yang berada di balik penggelembungan suara tersebut.
Konten pertanyaan ini tidak saja menjurus kepada pelaku yang telah memindahkan 45 suara PKB ke PPP. Jika pelakunya bisa terungkap, kemungkinan akan terjawab pertanyaan lain tentang dugaan konspirasi antara partai politik, termasuk dalang penggelembungan suara.
Saat pleno penghitungan suara untuk Kecamatan Alok Timur, Rabu (8/5), ada indikasi tentang oknum yang diduga memindahkan suara PKB ke PPP. Namun indikasi ini belum bisa diungkapkan karena butuh data dan bukti yang kuat untuk menjerat oknum tersebut.
Hingga kini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka belum mengambil sikap terhadap dugaan penggelembungan suara PPP yang secara terang-terangan sudah terungkap saat pleno rekapitulasi. Lembaga pengawas ini masih belum punya nyali untuk mendalami kasus penggelembungan suara PPP.
Ketua Dewan Pengurus Kabupaten PKPI Kabupaten Sikka Hildegardis Sunur mengutuk keras upaya penggelembungan suara PPP di Kecamatan Alok Timur. Perbuatan tersebut, kata dia, telah mencederai hakikat demokrasi dan kesadaran untuk menyelenggarakan Pemilu 2019 yang bermartabat, jujur dan adil.
Dia mengatakan penggelembungan suara PPP ini sangat mengganggu perolehan suara PKPI untuk mendapatkan kursi ke-10 atau kursi terakhir di Daerah Pemilihan (Dapil) Sikka 1 yang meliputi Kecamatan Alok Timur, Alok, Alok Barat, dan PaluE. Dia menduga ada kerja sistematis untuk menggagalkan  PKPI mendapatkan kursi ke-10. Jika dugaan penggelembungan tidak terbongkar, bukan tidak mungkin kursi ke-10 jatuh kepada PPP.
Hildegardis Sunur mendorong Bawaslu Sikka untuk segera mengambil sikap tegas terhadap persoalan ini. Hemat dia, Bawaslu Sikka tidak perlu menunggu laporan dari pihak mana pun, karena dugaan penggelembungan suara PPP sudah terkuak secara terang-terangan pada saat pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk Kecamatan Alok Timur.
“Bawaslu Sikka jangan diam-diam saja. Ini sudah terang benderang di pleno rekapitulasi. Tidak usah menunggu laporan. PKPI Sikka mendukung kerja profesional Bawaslu,” ujar satu-satunya perempuan pemimpian partai politik di Kabupaten Sikka, Rabu (8/5).
Seperti diberitakan, perolehan suara PPP di Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka Propinsi NTT mendadak membengkak naik. Diduga terjadi penggelembungan yang dilakukan secara sistematis. Terungkap bahwa suara PPP diambil dari PKB.
Dugaan penggelembungan suara terkuak, setelah dibongkar saksi PKPI Sikka Edward Lodovic pada pleno rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tingkat Kabupaten Sikka di Aula Karmel Maumere, Rabu (8/5). Dia mengungkap dugaan penggelembungan suara yang dilakukan di Desa Watugong dan Lepolima.
Ternyata dugaan penggelembungan suara tidak hanya terjadi di Watugong dan Lepolima. KPU Sikka juga menemukan penggelembungan suara PPP di Desa Kojadoi.
Dari hasil pengungkapan dugaan penggelembungan suara PPP, diketahui terdapat 20 suara milik PKB di Watugong, 20 suara milik PKB di Lepolima, dan 5 suara milik PKB di Kojadoi, yang semuanya berjumlah 45 suara, dipindahkan menjadi suara sah PPP dan beberapa suara calon di partai itu. Perolehan suara PPP pun bertambah naik dari 678 suara secara keseluruhan di Alok Timur, berubah menjadi 718 suara.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini