Maumere-SuaraSikka.com: Pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Sikka sudah selesai. Hasilnya pun sudah diketahui, di mana terdapat 11 partai politik yang mengirim wakil-wakilnya di DPRD Sikka. Dipastikan akan ada 8 fraksi yang bakal terbentuk secara murni.
Delapan fraksi itu adalah PDIP dengan 5 kursi, lalu PKB, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura masing-masing 4 kursi, serta Partai Perindo, Partai Gerindra, dan PAN masing-masing dengan 3 kursi.
Sementara itu terdapat tiga partai politik yang tidak bisa membentuk fraksi tersendiri karena alokasi kursi kurang dari 3. Ketiga partai politik itu adalah Partai Demokrat dan PKPI masing-masing 2 kursi, dan PKS hanya mendapat 1 kursi. Ketiga partai politik ini harus berkoalisi dengan partai politik lain untuk membentuk satu fraksi.
Partai Demokrat dan PKPI pada periode sebelumnya memiliki fraksi tersendiri. Demokrat memperoleh 4 kursi, membentuk Fraksi Partai Demokrat. Lalu PKPI dengan 3 kursi, kemudian mengakomodir 2 anggota PKB, membentuk Fraksi PKPI. Sedangkan PKS dengan 1 kursi bergabung bersama PAN dalam Fraksi PAN.
Dalam perjalanan tahun keempat, Fraksi PKPI pecah kongsi akibat konflik internal dalam tubuh fraksi. PKB lalu menggandeng PPP yang waktu itu tergabung dalam Fraksi Partai Gerindra. Dua partai ini kemudian membentuk Fraksi PKB-PPP.
Dengan kondisi hasil Pemilu 2019, sangat terbuka kemungkinan Partai Demokrat, PKPI dan PKS berkoalisi untuk membentuk sebuah fraksi gabungan. Namun belum ada informasi pasti tentang kemungkinan tersebut.
Ketua DPC PKS Sikka Yumandil Ahwan mengaku sejauh ini belum ada pembicaraan di internal PKS. Hal yang sama disampaikan Ketua PKPI Sikka Hildegardis Sunur. Ketua Partai Demokrat Yunus Noce Fernandez belum sempat dihubungi terkait posisi Partai Demokrat di DPRD Sikka.
Speklulasi lain menyebutkan PKS kemungkinan kuat tetap bergabung dengan PAN dalam Fraksi PAN. Komunikasi internal dua partai politik ini sudah berjalan cukup baik selama lima tahun ini. Apalagi PAN dengan dua petahana yang masih bertahan yaitu Phillipus Fransiskus dan Filario Charles Bertrandi, termasuk petahana PKS Bahrudin yang melenggang untuk periode kedua.
Jika PKS tetap bergabung dengan PAN, maka hampir pasti tinggal Partai Demokrat dan PKPI yang belum diketahui arah politiknya di DPRD Sikka. Bisa saja dua partai politik dengan alokasi 4 kursi ini melebur dalam sebuah fraksi gabungan.*** (eny)