Caleg-Caleg “Runner Up”, dari Kalah Tipis hingga Selisih Tak Terkejar

0
114
Caleg-Caleg “Runner Up”, dari Kalah Tipis hingga Selisih Tak Terkejar
Suasana rekapitulasi penghitungan suara pemilu 2019 di PPK Alok Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah 448 calon legislatif di Kabupaten Sikka telah selesai “berperang”. Terdapat 35 nama yang melenggang ke Gedung DPRD Sikka. Selebihnya ada 35 nama yang harus menerima posisi sebagai “runner up”, dari kekalahan tipis hingga selisih yang tidak terkejar.
Dari Model DB1 DPRD Kabupaten/Kota, bisa terlihat dengan jelas perolehan suara partai politik peserta pemilu berikut semua calon legislatif. Angka-angka itu merupakan hasil dari proses demokrasi yang berlangsung pada Rabu (17/4), termasuk pemungutan suara ulang dan pemungutan suara lanjutan pada Sabtu (27/4).
Yang paling “menyakitkan” terlihat pada PDIP Sikka di Dapil Sikka 2 yang meliputi Kecamatan Hewokloang, Kewapante, Kangae, Nele, Koting dan Lela. Dari alokasi 7 kursi, PDIP meraih kursi keenam, di bawah Partai Perindo, Partai Hanura, Partai Golkar, PKB, dan Partai Nasdem.
Kursi PDIP Sikka menjadi milik Darius Evensius yang memperoleh 1.064 suara. Perolehan suara Ketua Fraksi PDIP itu benar-benar kritis. Dia hanya unggul 20 suara dari pesaing sesama PDIP, Kondibus Stella Maris. Sekretaris DPC PDIP ini mendulang 1.044 suara.
Masih dari Dapil Sikka 2, selisih angka yang tipis juga terjadi di PKB, antara Yoseph Don Bosko yang meraih 1.405 suara dengan Amandus Ratason yang mendulang 1.349 suara. Terdapat selisih 56 suara antara keduanya.
Selisih yang tipis ini sempat menjadi “panas” saat rekepitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten untuk PPK Hewokloang. Rekapitulasi berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (6-7/5), diwarnai hujan interupsi dari saksi-saksi partai politik.
Partai Hanura meraih kursi ke-8 atau kursi terakhir di Dapil Sikka 4 yang meliputi Kecamatan Nita, Magepanda, Paga, Mego dan Tanawawo. Kursi Partai Hanura menjadi milik Antonius Bata yang memperoleh 650 suara, tertinggi dari rekan-rekannya. Dia unggul 39 suara dari pesaing terdekatnya Lukas Leta yang terkunci pada 611 suara.
Dari Dapil Sikka 1 yang meliputi Kecamatan Alok, Alok Timur, Alok Barat, dan PaluE, Partai Demokrat berada di posisi ketujuh dengan perolehan suara partai dan calon sejumlah 3.688 suara. Dua petahana bersaing merebut kursi ini. Ferdinandus Mboy yang memperoleh 811 suara berhasil menyingkirkan Oktovianus Oedipus yang menoreh 716 suara, dengan selisih 95 suara.
Media ini juga mencatat beberapa kekalahan dengan selisih yang telak hingga melebihi 1.000 suara. Pada Partai Golkar di Dapil Sikka 2 misalnya, Ketua Partai Golkar Gorgonius Nago Bapa yang mengumpulkan 2.153 suara, unggul 1.389 suara atas pesaing terdekatnya Yosef Sumanto yang mendulang 764 suara.
Selisih suara yang tidak terkejar juga terjadi pada PAN di Dapil Sikka 2. Merebut kursi ke-7 atau kursi terakhir di dapil ini, PAN mengantar Filario Charles Bertrandi dengan perolehan 2.023 suara, unggul 1.385 suara atas Agustinus Elwinus Sutrisno yang mentok di 638 suara.
Persaingan dua petahana pergantian antarwaktu Partai Golkar di Dapil Sikka 3 yang meliputi Kecamatan Talibura, Waiblama, Waigete, Mapitara, Doreng dan Bola, ternyata tidak seru. Fransiskus Siku Parera masih terlalu tangguh dengan 1.733 suara, unggul 1.283 suara atas Ferdinandus Yan yang menoreh 450 suara.
Dominasi Antonius Hendrikus Rebu, petahana Partai Golkar di Dapil Sikka 4 juga tidak terkalahkan. Dia berhasil mengumpulkan 1.889 suara, unggul 1.091 suara atas pesaing terdekatnya Vitalius Keko yang hanya mampu mendulang 798 suara.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini