Dua Ibu dari PaluE Bawa “Kapa Poeng” ke Kantor Bawaslu Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 20 Mei 2019 - 17:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 43 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saksi-saksi kasus barter suara, membawa “kapa poeng” ke Kantor Bawaslu Sikka, Senin (20/5)

Saksi-saksi kasus barter suara, membawa “kapa poeng” ke Kantor Bawaslu Sikka, Senin (20/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Transaksi jual beli suara pada pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Sikka Propinsi NTT tengah menguat. Dua ibu dari Kecamatan PaluE terpaksa membawa “kapa poeng” ke Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Senin (20/5) sebagai barang bukti. “Kapa poeng” merupakan bahan baku tenun berupa benang yang terbuat dari kapas.
Dua perempuan itu bernama Yosefina Lali, 51 tahun, dan Anastasia Meti, 54 tahun. Keduanya berasal dari Desa Kesokoja Kecamatan PaluE. Mereka didampingi Petrus Gande Ware, calon anggota DPRD Sikka dari Dapil Sikka 1 yang meliputi Kecamatan PaluE, Alok, Alok Barat, dan Alok Timur.
Petrus Gande Ware, politisi Partai Golkar ini pada Minggu (5/5) telah melaporkan seorang calon anggota DPRD Sikka dari dapil yang sama, yang diduga telah membagi-bagikan “kapa poeng” kepada banyak pemilih di Kecamatan PaluE, termasuk  dua perempuan ini. Dua perempuan tersebut dibawa untuk menjadi saksi tambahan atas laporan Petrus Gande Ware.
Kepada media ini di Kantor Bawaslu Sikka, Yosefina Lali dan Anastasia Meti menuturkan keduanya menerima “kapa poeng” dari tim sukses seorang calon. Yosefina Lali mendapat 2 bantal, sementara Anastasia Meti mendapat 1 bantal. Satu bantal “kapa poeng” terdiri dari 22 gulungan benang. “Kapa poeng” ini diberikan dengan maksud Yosefina Lali dan Anastasia Meti memilih calon yang bersangkutan.
“Tim sukses itu minta nanti tanggal 17 April kami pilih calon yang dia dukung. Lalu dia kasih kami benang tenun ini. Kami terima saja, tapi kami tidak pilih orang itu,” ujar Yosefina Lali dalam Bahasa PaluE yang diterjemahkan Petrus Gande Ware.
Sebelumnya Petrus Gande Ware mengajukan satu orang saksi bernama Salviana Late, 35 tahun, juga warga Desa Kesokoja. Perempuan ini mendapat 3 bantal “kapa poeng” dari tim sukses calon yang sama. Pesan dari tum sukses tersebut adalah memilih calon yang telah menyalurkan bantuan “kapa poeng”.
Salviana Late, Yosefina Lali, dan Anastasia Meti adalah pemilih yang terdaftar pada TPS Kesokoja 01. Saat penghitungan suara, ternyata calon yang memberikan “kapa poeng” sama sekali tidak mendapatkan suara di TPS tersebut. Merasa ditipu, kemudian calon tersebut melalui seorang tim sukses mengambil kembali “kapa poeng” dari Salviana Late.
“Tim sukses yang kasih saya benang tenun ini kemudian datang ambil lagi pada 24 April yang lalu. Saya kembalikan 2 bantal, dan sisanya 1 bantal sudah dijadikan barang bukti dalam laporan Petrus Gande Ware,” jelas Salviana Late.
Barter “kapa poeng” dengan hak politik pemilih, kerap terdengar selama masa kampanye. Namun tidak ada satu pun yang dilaporkan secara resmi ke badan pengawas. Sementara badan pengawas sendiri belum pernah menemukan persoalan barter politik “kapa poeng” ini.*** (eny)
Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru