Pemudik Berdesakan di Kapal Kayu, Risiko Kecelakaan Diabaikan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 31 Mei 2019 - 17:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 38 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemudik berdesakan di atas kapal kayu yang hendak meunju wilayah kepulauan Kabupaten Sikka, Kamis (30/5)

Pemudik berdesakan di atas kapal kayu yang hendak meunju wilayah kepulauan Kabupaten Sikka, Kamis (30/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Arus mudik di wilayah Kabupaten Sikka Propinsi NTT mulai terasa meningkat, terutama pulang kampung ke wilayah kepulauan. Pemudik pun rela berdesakan di atas kapal kayu. Penumpang membludak dan tanpa sarana keselamatan. Risiko kecelakaan benar-benar diabaikan.
Seperti yang terlihat di Pelabuhan Tempat Pendaratan Ikan di wilayah Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur, Kamis (30/5). Ratusan warga dari Kota Maumere hendak mudik ke beberapa desa di wilayah kepulauan seperti Desa Kojadoi, Kojagete, dan Pemana. Mereka menumpang pada kapal motor tradisionil yang terbuat dari kayu.
Kapal kayu ini berukuran kecil dengan kapasitas penumpang maksimal 20 orang, dan tidak dilengkapi sarana keselamatan berlayar seperti pelampung. Namun akibat minimnya sarana transportasi laut, membuat para pemudik tidak punya pilihan lain. Meski sadar akan risiko kecelakaan saat berlayar, mereka mengabaikan saja.
Pemudik Berdesakan di Kapal Kayu, Risiko Kecelakaan Diabaikan
Inilah kapal kayu yang digunakan pemudik yang hendak pulang kampung ke wilayah kepulauan Kabupaten Sikka
“Tidak apa-apa, saya sudah biasa berlayar. Kalau tidak berangkat sekarang, berarti harus menunggu jadwal kapal minggu depan lagi. Kan jadwalnya satu kali dalam seminggu,” ujar seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya.
Sama seperti penumpang yang lain, ibu yang hendak mudik ke Desa Kojadoi ini, tidak berangkat sendirian. Dia membawa serta banyak barang, selain keperluan pribadi, juga kebutuhan untuk merayakan Idul Fitri. Beban kapal pun bertambah berat dengan banyaknya barang yang dibawa para pemudik.
Pelayaran menembus Laut Flores hingga ke wilayah kepulauan diperkirakan menempuh waktu sekitar 1-2 jam. Laut Flores hari itu dalam keadaan tenang, dan kondisi ini yang membuat para pemudik nekad berdesak-desakan di atas kapal kayu, tanpa memikirkan risiko.
Pantauan media ini, para pemudik sebagan besar anak sekolah yang sedang memasuki musim liburan. Mereka tampak bahagia dan gembira karena akan merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Sementara itu tidak terlihat petugas pada otoritas pelabuhan yang memantau aktifitas pelayaran yang berisiko tersebut.*** (eny)
Baca Juga :  Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Berita Terkait

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai
Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin
Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin
All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin
Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta
Lomba Paket Pelang HUT Yapenthom, Sebuah Kiat Mewariskan Tradisi
Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD
Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WITA

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:07 WITA

Pelatih Perse Ende Ingin Ketemu Persami Maumere di Final Piala Suratin

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:43 WITA

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:38 WITA

Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Ikuti Kejurnas Taekwondo Danrem Wijayakrama di Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:42 WITA

Pulangkan Kota Kupang, Sumba Barat Loloskan Soe dan SBD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:57 WITA

Dua Tim Ngada Takluk di Kaki Malaka, Kini Manu Meo Siap Gebuk BMP Flotim

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:58 WITA

Lolos ke Fase Gugur, Persami Maumere Belum Meyakinkan

Berita Terbaru

Wasit yang memimpin pertandingan antara BMP Flores Timur dan Persami Maumere di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (12/8)

Daerah

Wasit Bikin Rusak Turnamen Piala Suratin

Rabu, 12 Agu 2026 - 20:48 WITA

Ekspresi berbeda pemain Persami Maumere dan Perss Soe usai laga di Gelora Samador da Cunha Maumere, Senin (10/8)

Daerah

All Flores Semifinal Terjadi di Piala Suratin

Senin, 10 Agu 2026 - 18:43 WITA