Bawaslu Sikka Beralasan Kasus “Kapa Poeng” Tidak Cukup Bukti

0
95
Bawaslu Sikka Beralasan Kasus “Kapa Poeng” Tidak Cukup Bukti
Azwan Abola, komisoner Bawaslu Sikka
Maumere-SuaraSikka.com: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sikka selaku termohon dalam gugatan praperadilan, menegaskan laporan kasus dugaan pembagian “kapa poeng” di Kecamatan PaluE tidak cukup bukti. Dengan demikian laporan tersebut dihentikan dan tidak dilanjutkan ke tingkat penyidikan.
Hal ini disampaikan Marianus Reynaldi Laka, selaku kuasa hukum termohon ketika menyampaikan jawaban termohon atas gugatan pemohon, Selasa (25/6). Sidang gugatan praperadilan ini dipimpin hakim Arief Mahardika. Pemohon dan termohon hadir pada sudang yang berlangsung sore hari itu.
Dia menegaskan bahwa termohon mengambil keputusan berdasarkan Berita Acara Rapat Pembahasan II sesuai hasil pembahasan Sentra Gakumdu terhadap unsur-unsur dugaan tindak pidana yang terdapat dalam Pasal 523 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang diduga dilakukan Ferdinandus Mboi.
Unsur setiap pelaksana, peserta dan/atau tim kampanye pemilum terpenuhi untuk Ferdinandus Mboi, karenaterlapor adalah benar calon anggta DPRD Sikka dari Partai Demokrat Dapil Sikka 1. Unsur ini tidak terpenuhi bagi Maria Lelu, Sirilus Musi, dan Wilfridus Keso sebagai tim kampanye yang dilaporkan, karena mereka tidak terdaftar sebagai tim kampanye Ferdinandus Mboi.
Lalu unsur dengan sengaja tidak terpenuhi karena terlapor tidak pernah memberikan barang kepada peserta pemilu baik padasaat kampanye maupun tidak pada saat kampanye. Hal ini diperkuat karena saksi yang dilaporkan tidak mengetahui adanya pemberian dan pengambilan “kapa poeng” dari warga Dusun Edo Desa Kesokoja.
Marianus Reynaldi Laka juga menegaskan bahwa unsur menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung atau tidak langsung tidak terpenuhi.
Dia beralasan tidak adanya keterangan yang mendukung atau tidak ada saksi yang melihat bahwa terlapor memberikan barang berupa bantalan benang kepada warga Dusun Edo. Selain itu, katanya, bahwa barang bukti berupa bantalan benang yang diajukan pelapor tidak termuat atau tidak terdapat logo partai atau gambar caleg Ferdinandus Mboi sehingga tidak bisa dijadikan barang petunjuk bahwa bantal benang itu berasal dari atau telah dibagikan Ferdinandus Mboi.
“Dengan demikian secara hukum, tidak diketemukan cukup bukti untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan. Sehingga status laporan pemohon harus dihentikan penyelidikannya,” ujar Marianus Reynaldi Laka.
Sebagaimana diketahui, gugatan praperadilan ini disampaikan Petrus Gande Ware melalui kuasa hukum Viktor Nekur. Pemohon mengajukan gugatan praperadilan untuk membuktikan sah tidaknya termohon menghentikan kasus dugaan pembagian “kapa poeng” di Kecamatan PaluE.
Sidang praperadilan ini akan dilanjutkan pada Rabu (26/6) dengan agenda replik dari pemohon. Setelah itu hakim memberikan kesempatan kepada termohon menyampaikan duplik. Usai itu digelar pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi dari kedua pihak yang berperkara.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini