XL Tembus Desa Aewora, Warga Tidak Perlu Lagi Panjat Pohon Signal

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 29 Oktober 2019 - 20:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 94 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Urvaginia Suci, pelajar Kelas 9 SMPN Aewora, sedang memanfaatkan jaringan XL yang baru diresmikan, Senin (28/10)

Maria Urvaginia Suci, pelajar Kelas 9 SMPN Aewora, sedang memanfaatkan jaringan XL yang baru diresmikan, Senin (28/10)

Ende-SuaraSikka.com: Sebuah BTS USO (universal service obligation) XL Axiata diresmikan pemanfaatannya, Senin (28/10), di Desa Aewora Kecamatan Maurole Kabupaten Ende Propinsi NTT. Warga pun menyambut gembira, karena tidak perlu lagi memanjat pohon untuk mencari signal.
Pengresmian BTS USO dihadiri langsung Direktur Teknologi PT XL Yessy D Yosetya. Hadir juga saat itu antara lain Dhia Anugerah Febriansa dari Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Kominfo, Kepala Dinas Infokom Propinsi NTT Aba Maulaka, Asisten 3 Setda Ende Kornelis Wara, Kepala Dinas Infokom Kabupaten Ende Siprianus Rete, Dandim 1602 Ende dan Wakapolres Ende.
Aewora merupakan salah satu desa yang hingga kini kesulitan akses komunikasi melalui jaringan internet. Kondisi ini berbeda dengan desa-desa lain di sekitarnya. Akibatnya, warga setempat yang sudah memiliki handphone terpaksa harus rajin mencari signal ke desa-desa tetangga.
Asisten 1 Setda Ende Kornelis Wara menceritakan pengalamannya sewaktu masih menjadi Sekretaris Kecamatan Maurole beberapa waktu lalu. Warga sering memanjat pohon atau berdiri di atas batu-batu yang terletak di ketinggian, untuk mendapatkan signal.
XL Tembus Desa Aewora, Warga Tidak Perlu Lagi Panjat Pohon Signal
Direktur Teknologi PT XL Yessy D Yosetya
“Hari ini saya mau katakan tidak ada lagi pohon signal dan batu signal. Kita gulingkan sudah pohon signal dan batu signal, karena seluruhnya sudah ada di tower,” ujar Kornelis Wara saat memberikan sambutan pada pengresmian BTS USO XL Axiata.
Dia menambahkan kehadiran BTS USO XL Axiata sangat penting dan bermanfaat. Apalagi di tengah kemajuan zaman yang semakin pesat, dengan beragam tuntutan inovasi untuk bisa bersaing di era pasar bebas.
Eustakius, 52 tahun, warga setempat, mengaku senang dengan kehadiran BTS USO XL Axiata. Selama ini untuk memanfaatkan jaringan internet, dia terpaksa harus ke Tanjung yang jaraknya 3 kilometer dari Aewora. Dalam sehari, dia bisa 4-5 kali ke Tanjung, sehingga bisa membangun komunikasi dan informasi dengan keluarga, relasi, dan urusan pekerjaan.
Demikian juga Wilfridus Dala, 48 tahun, memberikan apresiasi kepada XL Axiata. Kehadian BTS USO XL Axiata, katanya, sangat membantu aktifitas warga yang setiap saat membutuhkan jaringan internet.
Maria Urvaginia Suci, pelajar Kelas 9 SMPN Aewora, pun tidak kalah gembira. Dia mengaku senang karena jaringan internet sudah menembus sampai ke sekolahnya. Sebelumnya, selama ini dia bersama kawan-kawan harus menuju Tanjung.
“Biasanya untuk dapat jaringan internet kami harus ke Tanjung. Jauh, sekitar 3 kilometer. Jalan kaki saja. Kalau naik ojek harus bayar Rp 5.000,” cerita dia.
Dhia Anugerah Febriansa dari Bakti mengatakan kehadiran BTS USO XL Axiata merupakan program sama-sama bekerja antara Pemkab Ende, PT XL Axiata, dan Kementerian Kominfo. Pemkab Ende menyediakan lahan, PT XL Axiata selaku operator selular memberikan layanan selular voice maupun data, dan Kementerian Kominfo menyediakan tower, listrik, dan VSAT transmisi.
“Sehingga terwujudlah layanan selular di Desa Aewora, yang tadinya desa ini belum mendapatkan signal. Dengan hadirnya BTS maka signal hadir, dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” urai dia.
Yossy D Yosetya menjelaskan kehadiran BTS USO XL Axiata merupakan strategi PT XL Axiata yakni membangun di daerah yang berada di luar Pulau Jawa. Strategi tersebut dilancarkan sejak tahun 2017 sudah berpartisipasi di daerah tertinggal, terluar dan terdepan.*** (eny)
Baca Juga :  Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA