Judi Berkedok Pasar Malam, Bertepatan dengan Masa Adven
Dibaca 164 kali
Suasana permainan rolet pada pasar malam di Lapangan Umum Kota Baru, Minggu (1/12)
Maumere-SuaraSikka.com: Judi berkedok pasar malam di Kota Maumere di Kabupaten Sikka sudah menjadi trend akhir-akhir ini. Bahkan kini dilaksanakan bertepatan dengan Masa Adven bagi umat Kristen.
Di Lapangan Umum Kota Baru, pasar malam dibuka pada Sabtu (30/11). Menurut info rencananya aktifitas ini ditutup pada Sabtu (21/12), atau 4 hari menjelang Hari Raya Natal.
Lapangan Umum Kota Baru merupakan aset milik pemerintah daerah setempat. Lokasi ini berada di sebelah selatan Kantor Bupati Sikka, dan hanya beberapa meter saja dari Gereja Kalvari GMIT Maumere.
Pantauan media ini Sabtu (30/11), pasar malam ramai dikunjungi peminat. Dibuka pukul 19.00 Wita, aktifitas ini ditutup sekitar jam 24.00 Wita. Begitu pun pantauan Minggu (1/12) hingga pukul 22.00 Wita, masih banyak pengunjung yang mengadu nasib di pasar malam.
Ada sejumlah jenis permainan yang disiapkan. Yang paling dominan adalah permainan rolet sebanyak 12 lokasi. Ada juga 1 lokasi permainan kim.
Rolet boleh dibilang semacam permainan hiburan yang berkedok judi. Bandar memutar rolet, dan pemasang menebak 12 angka dari angka 1 sampai 12. Pemasang yang menebak jitu bisa membawa pulang hadiah seperti minyak goreng, gula pasir, minuman ringan, rokok, dan berbagai hadiah lainnya.
Agar tidak dibilang judi, pemain rolet menebak angka dengan menggunakan kupon yang sudah disiapkan bandar. Kupon dibeli dengan harga Rp 1.000 per lembar. Juga agar tidak dibilang judi, pemasang yang jitu menebak angka, tidak mendapatkan uang tapi menerima barang.
Rolet sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis permainan dadu regang di tempat duka, yang sering ditertibkan aparat keamanan. Hanya saja dadu regang lebih kelihatan judi, karena taruhannya berupa uang, dan yang jitu menebak angka berhak mendapatkan sejumlah uang.
Judi berkedok pasar malam di Masa Adven ini, terkesan secara terbuka dengan tahu dan mau mencederai iman umat Kristen. Apalagi Kabupaten Sikka merupakan mayoritas penganut Katolik, disusul Protestan. Dan yang lebih miris lagi dilaksanakan di lokasi milik pemerintah dan berdekatan dengan simbol-simbol keagamaan.*** (eny)