Maumere-SuaraSikka.com: Pasien rujuka dari Lembata yang menderita usus bantu akut, hingga Minggu (15/3) siang ini belum dioperasi. Dokter Asep Purnama beralasan masih sedang evaluasi.
“Hari ini belum operasi. Kebetulan tadi ada pejabat struktural yang baru datang dari Kupang. Kami masih evaluasi,” jelas Asep Purnama kepada wartawan di Ruang Mawar RSUD TC Hillers Maumere.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka yang dihubungi di Rujab Bupati Sikka di Jalan Eltari, mengatakan rencananya hari ini pasien tersebut dioperasi. Tim dokter dari Maumere masih menunggu dokter bedah yang didatangkan dari Kupang.
Asep Purnama menjelaskan seorang dokter bedah sudah tiba dari Kupang. Hanya saja, dia bukan dalam kapasitas sebagai dokter bedah, melainkan pejabat struktural yang khusus datang ke Maumere untuk mendapatkan informasi secara lengkap terkait pasien rujukan dari Lembata. Menurut Asep Purnama, dokter bedah di Maumere sangat mampu melakukan operasi.
Pasien rujukan dari Lembata ini sempat menjadi heboh karena penanganannya sesuai prosedur tatalaksana WHO. Sejak dari Lembata, dia sudah dirawat di Ruang Isolasi. Begitu pun ketika riba di RSUD Maumere, dia langsung ditempatkan di Ruang Isolasi.
KM, pasien dimaksud, bersama istrinya yang berinitial YW diketahui berada di Inggris selama 15 tahun. KM bekerja sebagai sopir. Sedangkan YW sebagai ibu rumah tangga. Inggris merupakan salah satu negara yang terkena dampak virus Covid 19.
Keduanya kembali ke Indonesia pada tanggal 28 Pebruari 2020, transit via Pelabuhan Internasional Qatar selama 1 hari. Pada saat tiba di Jakarta, pasangan suami istri ini menetap selama 1 minggu. Selanjutnya menuju ke Lembata, dan tiba pada tanggal 9 Maret 2020 menggunakan Pesawat Trans Nusa.
Pada Jumat (13/3), KM mengeluh sakit pada bagian perut. Kemudian dia melakukan pemeriksaan medis pada dokter praktik. Dokter mendiagnosa KM menderita usus buntu, dan disarankan pemeriksaan lebih lanjut. Lalu KM dan istrinya menuju IGD RSUD Lembata untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan tim medis, pasien didiagnosa menderita gejala infeksi usus buntu akut, dan direncanakan untuk dioperasi. Gejala lainnya yakni pasien juga menderita batuk pilek dan panas sejak 3 hari sebelumnya. Dan hasil pemeriksaan suhu tubuh pasien adalah 38 derajat Celsius. Sedangkan Istri pasien juga menderita batuk pilek sehari sebelumnya.
Terkait gejala penyakit tersebut, pihak RSUD Lembata melakukan tindakan antisipasi dan pantauan terhadap kemungkinan kedua pasien terinfeksi virus Covid 19. Hal tersebut dikarenakan selama ini pasangan suami istri ini berada di Inggris yang merupakan salah satu negara yang terkena dampak virus Covid 19.*** (eny)















