Covid 19 di Sikka, Sudah 50 Kasus yang Dilaporkan

0
90
Covid 19 di Sikka, Sudah 50 Kasus yang Dilaporkan
Suasana di Ruang Isolasi RSUD TC Hillers Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Wabah Covid 19 di Kabupaten Sikka seperti bekerja di dalam diam. Hingga Sabtu (21/3) pukul 20.00 Wita sudah 50 kasus yang dilaporkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus menyebutkan 50 kasus itu terdiri atas 35 kasus karantina mandiri dan 15 kasus orang dalam pemantauan (ODP). Di antaranya terdapat 6 pelajar SMAK Frateran Maumere berstatus ODP yang mulai Minggu (22/3) besok, berakhir masa pemantauan.

Petrus Herlemus mengatakan berdasarkan pedoman sebelumnya, semua orang yang datang dari daerah terjangkit baik dengan gejala demam atau ISPA maupun tanpa gejala, tetap dimasukkan sebagai ODP.

Tetapi, lanjutnya, sesuai pedoman terbaru per tanggal 16 Maret 2020, yang dimaksudkan dengan ODP hanyalah orang dari daerah terjangkit dengan gejala demam atau ISPA. Sedangkan orang dari daerah terjangkit tanpa gejala hanya dikarantina mandiri selama 14 hari.

Sedangkan pasien dalam pengawasan, tambah dia, adalah orang dari daerah terjangkit dengan gejala demam atau riwayat demam, ada batuk pilek atau nyeri tenggorokan ditambah tanda pneumonia baik ringan sampai berat.

Petrus Herlemus menambahkan RSUD TC Hillers Maumere sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid 19 di NTT, masih sangat minim fasilitas. Antara lain kekurangan alat pelindung diri (APD). Mewakili suara para dokter dan perawat yang bertugas dia meminta agar pihak yang berwenang jangan membiarkan tenaga medis melayani pasien tanpa (APD), yang justeru bisa berdampak makin banyak yang menjadi korban.

“Kami menunggu gerak cepat pemerintah untuk pengadaan APD,” ujar dia.

Hingga saat ini RSUD TC Hillers Maumere masih menangani 2 warga ODP yang dirujuk dari Kabupaten Lembata. Warga Kabupaten Lembata yang adalah pasangan suami isteri ini sebelumnya 15 tahun menetap di Inggris.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini