Upah Belum Dibayar, Tukang Buruh Puskesmas Bola Bersitegang dengan Kadis Kesehatan Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 7 Agustus 2020 - 11:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 45 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hendrikus Hermus, seorang kepala tukang bersitegang dengan Kadis Kesehatan Sikka Petrus Herlemus, Jumat (7/8)

Hendrikus Hermus, seorang kepala tukang bersitegang dengan Kadis Kesehatan Sikka Petrus Herlemus, Jumat (7/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Upah kerja tukang dan buruh Puskesmas Bola hingga kini belum dibayar. Mereka pun sempat bersitegang dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus.

Hendrikus Hermus, salah seorang kepala tukang menemui Petrus Herlemus di Kantor Dinkes, Jumat (7/8). Dia mempertanyakan persoalan upah tukang dan buruh yang belum dibayar.

Petrus Herlemus menerangkan bahwa masalah upah dan buruh adalah kewajiban kontraktor pelaksana. Dinkes selaku pemilik proyek telah berupaya memfasilitasi agar kontraktor pelaksana menyelesaikan masalah ini.

Hendrikus Hermus kecewa karena upaya fasilitasi Dinkes hingga sekarang belum terealisir. Dia mendesak agar Dinkes segera mendatangkan Direktur CV Cipta Konstruksi Indah Dominikus Dere Kilok.

Hendrikus Hermus mengatakan saat ini Dominikus Dere Kilok semakin sulit dihubungi. Beberapa kali sempat dihubungi melalui telepon selular, namun tidak dilayani.

Kondisi ini yang membuat tukang dan buruh semakin kesal dan kecewa. Mereka menduga Dominikus Dere Kilok sedang berupaya menghindar dari kewajibannya.

Baca Juga :  Bangunan SDN Wolomoni di Niawula Ende Digusur Paksa, Jadikan Koperasi Desa Merah Putih, Satgas FP NTT Nasional Kecam Keras!

Dominikus Dere Kilok dikabarkan sudah meninggalkan Kabupaten Sikka sejak pengresmian Puskesmas Bola pada 12 Juni 2020. Dikabarkan dia sedang berada di Kabupaten Lembata.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, upah tukang dan buruh yang belum dibayar kurang lebih Rp 500 juta. Setidaknya terdapat sekitar 40 orang yang belum mendapatkan hak mereka.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA