23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta

0
203
23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta
Teroris JI Lampung tiba di Jakarta, Rabu (16/12) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 23 teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dibawa dari Lampung ke Jakarta, Rabu (16/12). Mereka dipindahkan dalam pengawalan ketat, dengan menggunakan pesawat.

Di antara 23 teroris, terdapat Taufik Bulaga alias Upik Lawangan dan Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud.

23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kiri) memberikan keterangan pers (foto: istimewa)

Dikutip dari Tempo.co, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono pun membenarkan hal tersebut.

“Ya, benar,” kata dia saat dikonfirmasi pada Rabu (16/12) di Jakarta.

Upik Lawanga merupakan anggota JI yang mendalangi sejumlah penyerangan bom di beberapa tempat, seperti bom Tentena, bom Gor Poso, bom Pasar Sentral dan rangkaian tindakan teror lainnya pada 2004-2006.

Upik Lawanga merupakan sosok yang ahli pembuat senjata api dan perakit bom.

Sedangkan Zukarnaen merupakan buron yang terlibat dalam aksi teror Bom Bali I pada 2002. Dalam rekam jejaknya, Zulkarnaen pernah menjadi pelatih Akademi Militer di Afganistan selama 7 tahun.

Selain Bom Bali I, Zulkarnaen yang juga Panglima Askari kelompok JI disebut sebagai perancang kerusuhan di Ambon, Ternate, dan Poso pada 1998-2000.

23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta
Salah satu teroris JI Lampung (foto: istimewa)

Zulkarnaen merupakan otak aksi peledakan kediaman Dubes Filipina di Menteng pada 1999. Dia juga terlibat dalam peledakan gereja serentak pada malam Natal dan Tahun Baru 2000 dan 2001, Bom Marriot I pada 2003, Bom Kedubes Australia pada 2004, Bom Bali II pada 2005.

Secara terpisah, Anggota Satgas Antiteror Polri Irjen (Purn) Benny Mamoto mengatakan bahwa 23 terduga teroris yang dibawa ke Jakarta, bukanlah termasuk 37 nama teroris yang disebut memiliki latar belakang anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Bukan. Itu (37 teroris) kasus lama yang sudah divonis,” kata Benny, seperti dilansir Antara, Rabu (16/12).

Dia membenarkan bahwa 37 nama tersebut memiliki latar belakang anggota FPI atau pernah bergabung dengan FPI.

Diketahui bahwa 23 teroris ini sebelumnya ditangkap tim Densus 88 Antiteror di Lampung pada bulan November hingga Desember 2020.

Seluruh tersangka dilakukan pengawalan ketat dari Tim Densus 88/AT bersama personel Polda Lampung sampai take off atau lepas landas dari Bandara Radin Intan menuju Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini