23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 Desember 2020 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 29 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teroris JI Lampung tiba di Jakarta, Rabu (16/12) (foto: istimewa)

Teroris JI Lampung tiba di Jakarta, Rabu (16/12) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 23 teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dibawa dari Lampung ke Jakarta, Rabu (16/12). Mereka dipindahkan dalam pengawalan ketat, dengan menggunakan pesawat.

Di antara 23 teroris, terdapat Taufik Bulaga alias Upik Lawangan dan Zulkarnaen alias Arif Sunarso alias Daud.

23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kiri) memberikan keterangan pers (foto: istimewa)

Dikutip dari Tempo.co, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono pun membenarkan hal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, benar,” kata dia saat dikonfirmasi pada Rabu (16/12) di Jakarta.

Upik Lawanga merupakan anggota JI yang mendalangi sejumlah penyerangan bom di beberapa tempat, seperti bom Tentena, bom Gor Poso, bom Pasar Sentral dan rangkaian tindakan teror lainnya pada 2004-2006.

Upik Lawanga merupakan sosok yang ahli pembuat senjata api dan perakit bom.

Baca Juga :  Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar

Sedangkan Zukarnaen merupakan buron yang terlibat dalam aksi teror Bom Bali I pada 2002. Dalam rekam jejaknya, Zulkarnaen pernah menjadi pelatih Akademi Militer di Afganistan selama 7 tahun.

Selain Bom Bali I, Zulkarnaen yang juga Panglima Askari kelompok JI disebut sebagai perancang kerusuhan di Ambon, Ternate, dan Poso pada 1998-2000.

23 Teroris JI Lampung Dibawa ke Jakarta
Salah satu teroris JI Lampung (foto: istimewa)

Zulkarnaen merupakan otak aksi peledakan kediaman Dubes Filipina di Menteng pada 1999. Dia juga terlibat dalam peledakan gereja serentak pada malam Natal dan Tahun Baru 2000 dan 2001, Bom Marriot I pada 2003, Bom Kedubes Australia pada 2004, Bom Bali II pada 2005.

Secara terpisah, Anggota Satgas Antiteror Polri Irjen (Purn) Benny Mamoto mengatakan bahwa 23 terduga teroris yang dibawa ke Jakarta, bukanlah termasuk 37 nama teroris yang disebut memiliki latar belakang anggota Front Pembela Islam (FPI).

Baca Juga :  Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar

“Bukan. Itu (37 teroris) kasus lama yang sudah divonis,” kata Benny, seperti dilansir Antara, Rabu (16/12).

Dia membenarkan bahwa 37 nama tersebut memiliki latar belakang anggota FPI atau pernah bergabung dengan FPI.

Diketahui bahwa 23 teroris ini sebelumnya ditangkap tim Densus 88 Antiteror di Lampung pada bulan November hingga Desember 2020.

Seluruh tersangka dilakukan pengawalan ketat dari Tim Densus 88/AT bersama personel Polda Lampung sampai take off atau lepas landas dari Bandara Radin Intan menuju Bandara Soekarno Hatta Tangerang Banten.*** (eny)

Berita Terkait

Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar
PSG Juara Liga Champions 2026
Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan
Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!
Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul
Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Final FA Cup, Semenyo Tabur Garam di Atas Luka The Blues

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA