Ulat Grayak Serang Tanaman Jagung

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 12 Januari 2021 - 13:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 74 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kristoforus Gaseng menunjukkan ulat grayak pada tanaman jagung, Selasa (12/1)

Kristoforus Gaseng menunjukkan ulat grayak pada tanaman jagung, Selasa (12/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Hama ulat grayak kini mulai menyerang tanaman jagung di Kabupaten Sikka. Petani bakal mengalami kerugian karena diperkirakan hasil panen memburuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kristoforus Gaseng, petani Dusun Higetegera Desa Watumilok Kecamatan Kangae mengatakan hama ulat grayak sudah 1 bulan ini menyerang tanaman jagungnya.

“Kami di sini bilang ulat tentara. Sudah 1 bulan ini makan pucuk daun dan tunas,” ujar laki-laki berusia 68 tahun itu di tengah hamparan kebun jagung milik dia di Higetegera.

Baca Juga :  Satu Keluarga di Pemana Dikeroyok 30 Orang, Rumah Korban Dibongkar dan Dibakar

Awal-awalnya dia mengaku pasrah saja dengan kondisi ini. Setiap pagi dia mendatangi kebun jagung untuk mencari ulat grayak, lalu kemudian dimatikan.

Namun aktifitas mematikan ulat grayak ini membuat dia lelah sendiri, apalagi kebun jagungnya seluas hampir 1 hektare.

Kristoforus Gaseng akhirnya berinisiatif membeli obat-obatan untuk disemprot ke semua tanaman jagung.

“Anak saya sudah beli obat semprot, rencananya pagi tadi mau semprot, tapi tidak jadi. Nanti besok pagi saja,” jelas dia.

Ditemui di hamparan kebun jagungnya, Kristoforus Gaseng tampak sedang mencari-cari ulat grayak. Ada yang dia temukan sudah dalam keadaan mati, tapi ada juga yang masih hidup.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Jagung lokal seluas hampir 1 hektar ini ditanam sejak 23 Nopember 2020 lalu. Tingginya sudah mencapai 1 meter lebih, sudah kelihatan bakal buah.

Namun dengan serangan hama ulat grayak, Kristoforus Gaseng memastikan hasil panen musim ini bakal berkurang jauh. Kondisi ini, kata dia, sangat mempengaruhi tuntutan kebutuhan hidip, apalagi di tengah pandemi virus corona.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA