Bom Bunuh Diri di Makasar, Dua Pelaku Pakai Motor Matic

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 28 Maret 2021 - 15:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 16 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Motor matic yang diduga dipakai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Motor matic yang diduga dipakai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makasar mulai ada titik terang. Diduga pelaku sebanyak 2 orang, memakai motor matic dan nekad menerobos ke dalam gereja.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan kepolisian daerah Sulawesi Selatan bersama Polrestabes Makasar langsung melakukan olah kejadian perkara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita mendapatkan informasi bahwa ada dua orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua jenis sepeda motor matic plat nomor polisi DT 5984 MD, diduga dinaiki dua orang yang kemudian terjadi ledakan di depan pintu gerbang gereja Katedral Makassar ini,” ujar Argo sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Argo menyebut pelaku diduga hendak masuk ke pelataran gereja melalui pintu gerbang. Namun, saat pelaku datang kegiatan perayaan ekaristi di gereja sudah selesai.

Diduga, melihat banyak orang yang keluar dari Gereja, pelaku kemudian melakukan ledakan di depan gerbang Gereja tersebut.

“Dua orang tadi dicegah oleh sekuriti gereja tersebut, tapi kemudian terjadilah ledakan itu,” kata Argo.

Lebih lanjut Argo menjelaskan dari hasil informasi di lapangan, ada ditemukan kendaraan yang sudah hancur dan ada beberapa potongan tubuh.

Dia menyebut ada korban luka dari pihak keamanan gereja dan dari pihak jemaah yang rata-rata mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki.

Seorang petugas keamanan gereja terluka di bagian perut dan kepala, ada juga yang mengalami luka-luka lecet tangan dan kaki, dan ada yang terkena serpihan-serpihan.

“Jadi ada 14 korban yang sekarang masih dalam perawatan, yang sedang ditangani oleh dokter dan mudah-mudahan segera kembali yang sakit-sakit ringan,” ucap Argo.

Polisi membentang garis polisi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Sementara itu Pastor dari Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak menjelaskan kronologi ledakan yang terjadi di gerejanya, Minggu (28/3).

Wllhelmus menjelaskan peristiwa itu diperkirakan terjadi pada pukul 10.30 Wita. Ledakan terjadi persis setelah ibadah misa kedua.

“Umat yang ikut ibadah kedua sudah pada pulang. Kebetulan gereja punya beberapa pintu masuk dan pintu keluar. Jadi tidak konsentrasi di di satu pintu,” urai dia.

Ketika umat misa kedua pulang dan yang lain masuk, datanglah pelaku bom bunuh diri itu naik motor mau masuk ke lokasi gereja.

“Tapi sudah diamati petugas keamanan kami dan dia menahan di pintu gerbang dan di situlah terjadi ledakan,” kata Wilhelmus.

Wihelmus menjelaskan petugas keamanan gereja melihat ada 2 orang mencurigakan.

“Petugas keamanan saya sudah melihat bahwa ada 2 orang mencurigakan. Betul nekad (mencoba memasuki halaman Gereja), kemudian ditahan,” jelas Wilhelmus.

Saat berupaya memasuki halaman gereja, lanjut Wilhelmus Tulak, kedua orang tersebut ditahan petugas keamanan gereja di pintu masuk halaman gereja. Setelah itu ditahan, bom kemudian diledakkan.

“Jadi ketika umat pada pulang, dan yang lain masuk, datanglah pelaku bom bunuh diri itu, naik motor, akan masuk ke dalam lokasi gereja, tapi sudah diamati petugas keamanan kami, lalu dia menahan di depan pintu itu, dan terjadi ledakan,” papar Pastor Wilhelmus.

Berdasarkan keterangan Wilhelmus, sebagian umat mengalami luka-luka, termasuk petugas keamanan gereja yang menahan laju sepeda motor pelaku.

“Memang ada beberapa orang terluka, khususnya satu petugas keamanan saya, yang menahan (pelaku) bunuh diri, dia sedikit terbakar, tapi Puji Tuhan masih sadar,” sambungnya.

Dia menambahkan pimpinan gereja dalam kondisi aman, demikian pun Uskup rekan-rekan Pastor, dan sebagian besar umat.

Wilhelmus menjelaskan, kemungkinan bom bunuh diri terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.

Saat kejadian, umat Katolik di Gereja Katedral Makassar sedang melakukan transisi. Antara umat yang akan pulang setelah mengikuti ibadah, dengan yang datang untuk mengikuti ibadah selanjutnya pukul 11.00 Wita.*** (eny)

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA