Sekilas tentang Gereja Katedral Makasar

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 28 Maret 2021 - 17:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 53 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gereja Katedral Makasar (foto: istimewa)

Gereja Katedral Makasar (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Umat Gereja Katedral Makasar dikejutkan dengan ledakan bom usai perayaan ekaristi Minggu Palma, Minggu (28/3).

Belasan orang terluka, termasuk dua orang diduga pelaku aksi bom bunuh diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri segera menggelar olah tempat kejadian perkara untuk melacak otak di balik aksi keji tersebut.

Sementara itu, sejumlah pihak pun mengecam aksi biadab tersebut.

Polisi membentang garis polisi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Dikutip dari Tribunnews, Gereja Katedral Makasar yang dibangun pada tahun 1898 berada di jantung Kota Makasar.

Di belakang kompleks gereja berdiri Kantor Balaikota Makasar. Lalu, tak begitu jauh berdiri Markas Polrestabes Makasar.

Gereja Katedral Makasar yang bernama Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus, merupakan gereja tertua di Kota Makasar.

Awal mula pendirian Gereja Katedral Makasar sekitar tahun 1525, tak lepas dari peran Raja Gowa yang pertama kali memeluk Islam, yaitu Sultan Alauddin (1591-1638).

Lalu pada tahun 1633, Raja Gowa memberi kebebasan kepada umat sejumlah misionaris Katolik dari Portugal untuk beribadah, termasuk mendirikan gereja.

Namun, gejolak politik antara VOC dan orang-orang Portugis semakain memanas membuat para rohaniawan terpaksa angkat kaki dari Makasar.

Lalu setelah ditandatanganinya Perjanjian Batavia pada 19 Agustus 1660, seluruh warga Portugis harus keluar dari Makasar.

Sejak itu, selama 225 tahun, tidak ada pastor yang menetap di Makasar untuk melayani ibadah para umat.

Hingga akhirnya pada pada 1892, Pastor Aselbergs, SJ dari Larantuka NTT, ditugaskan menjadi Pastor Stasi Makasar pada 7 September 1892.

Saat itu Pastor Aselbergs tinggal di sebuah rumah di Heerenweg (kini Jalan Hasanuddin).

Lalu pada 1895, setelah membeli sebidang tanah dan rumah di Komedistraat (kini Jalan Kajaolalido), mulai dibangun Gereja Katedral di Makasar.

Gereja tersebut sempat direnovasi dan diperluas pada tahun 1939, selesai pada 1941 dengan bentuk seperti saat ini.

Dilansir dari situs www.kemdikbud.go.id, bangunan Gereja Katolik Katedral berdiri di area 8.006 meter persegi.

Bangunan di dalam Gereja Katedral Makasar terdiri dari bangunan utama (ruang ibadah utama) dan menara pada bagian depan (timur).

Lingkungan gereja dibatasi pagar keliling dan beragam vegetasi seperti pohon palem, cemara dan jenis tanaman perkarangan.

Posisi gereja yang berada tepat di sudut jalan Kajaolalido dan Jalan Thamrin, memudahkan akses masuk dari kedua jalan tersebut.

Sebagai informasi, pada 13 April 1937 wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara dijadikan Prefektur Apostolik Makassar oleh Sri Paus di Roma.

Sebagai penanggung jawab, Sri Paus di Vatikan Roma menunjuk para misionaris CICM, dengan Mgr Martens sebagai prefek.

Lalu, pada tanggal 13 Mei 1948 status wilayah menjadi Vikariat Apostolik Makasar, dan tanggal 3 Januari 1961 menjadi Keuskupan Agung Makasar.

Berdasar informasi, tidak ada bangunan gereja yang mengalami kerusakan saat serangan aksi bom bunuh diri pada Minggu (28/3).*** (eny)

Berita Terkait

Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru
KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru