Sekilas tentang Gereja Katedral Makasar

0
311
Sekilas tentang Gereja Katedral Makasar
Gereja Katedral Makasar (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Umat Gereja Katedral Makasar dikejutkan dengan ledakan bom usai perayaan ekaristi Minggu Palma, Minggu (28/3).

Belasan orang terluka, termasuk dua orang diduga pelaku aksi bom bunuh diri.

Tim Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri segera menggelar olah tempat kejadian perkara untuk melacak otak di balik aksi keji tersebut.

Sementara itu, sejumlah pihak pun mengecam aksi biadab tersebut.

Polisi membentang garis polisi di depan Gereja Katedral Makasar, Minggu (28/3) (foto: istimewa)

Dikutip dari Tribunnews, Gereja Katedral Makasar yang dibangun pada tahun 1898 berada di jantung Kota Makasar.

Di belakang kompleks gereja berdiri Kantor Balaikota Makasar. Lalu, tak begitu jauh berdiri Markas Polrestabes Makasar.

Gereja Katedral Makasar yang bernama Gereja Hati Yesus yang Maha Kudus, merupakan gereja tertua di Kota Makasar.

Awal mula pendirian Gereja Katedral Makasar sekitar tahun 1525, tak lepas dari peran Raja Gowa yang pertama kali memeluk Islam, yaitu Sultan Alauddin (1591-1638).

Lalu pada tahun 1633, Raja Gowa memberi kebebasan kepada umat sejumlah misionaris Katolik dari Portugal untuk beribadah, termasuk mendirikan gereja.

Namun, gejolak politik antara VOC dan orang-orang Portugis semakain memanas membuat para rohaniawan terpaksa angkat kaki dari Makasar.

Lalu setelah ditandatanganinya Perjanjian Batavia pada 19 Agustus 1660, seluruh warga Portugis harus keluar dari Makasar.

Sejak itu, selama 225 tahun, tidak ada pastor yang menetap di Makasar untuk melayani ibadah para umat.

Hingga akhirnya pada pada 1892, Pastor Aselbergs, SJ dari Larantuka NTT, ditugaskan menjadi Pastor Stasi Makasar pada 7 September 1892.

Saat itu Pastor Aselbergs tinggal di sebuah rumah di Heerenweg (kini Jalan Hasanuddin).

Lalu pada 1895, setelah membeli sebidang tanah dan rumah di Komedistraat (kini Jalan Kajaolalido), mulai dibangun Gereja Katedral di Makasar.

Gereja tersebut sempat direnovasi dan diperluas pada tahun 1939, selesai pada 1941 dengan bentuk seperti saat ini.

Dilansir dari situs www.kemdikbud.go.id, bangunan Gereja Katolik Katedral berdiri di area 8.006 meter persegi.

Bangunan di dalam Gereja Katedral Makasar terdiri dari bangunan utama (ruang ibadah utama) dan menara pada bagian depan (timur).

Lingkungan gereja dibatasi pagar keliling dan beragam vegetasi seperti pohon palem, cemara dan jenis tanaman perkarangan.

Posisi gereja yang berada tepat di sudut jalan Kajaolalido dan Jalan Thamrin, memudahkan akses masuk dari kedua jalan tersebut.

Sebagai informasi, pada 13 April 1937 wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara dijadikan Prefektur Apostolik Makassar oleh Sri Paus di Roma.

Sebagai penanggung jawab, Sri Paus di Vatikan Roma menunjuk para misionaris CICM, dengan Mgr Martens sebagai prefek.

Lalu, pada tanggal 13 Mei 1948 status wilayah menjadi Vikariat Apostolik Makasar, dan tanggal 3 Januari 1961 menjadi Keuskupan Agung Makasar.

Berdasar informasi, tidak ada bangunan gereja yang mengalami kerusakan saat serangan aksi bom bunuh diri pada Minggu (28/3).*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini