



Maumere-SuaraSikka.com: Mayjen TNI Marinir (Purn) Dr H. Yusuf Solichien resmi menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Penetapannya melalui Munaslub yang berlangsung di Gedung Sekar Wijaya Kusuma, Ceger Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (25/5).
Munaslub itu sendiri digelar menyusul pengunduran diri Diaz Hendropriyono dari Ketum PKPI. Sunan Kalijaga kemudian disepakati menjadi Pelaksana Tugas Ketum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 30 DPP PKPI dari propinsi hadir secara langsung pada Munaslub. Sementara 2 DPP mengikuti melalui virtual, dan 2 DPP tidak hadir. Sedangkan 488 DPK dari kabupaten memberikan mandat kepada DPP masing-masing.

Awalnya mengerucut satu nama tunggal sebagai Ketum PKPI yakni Sunan Kalijaga. Namun pada malam harinya muncul calon baru yakni Mayjen Yusuf Solichien.
Nama lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1973 itu kemudian masuk bursa. Dia resmi mengajukan surat pencalonan dengan mendapat persetujuan dari Pendiri PKPI Jenderal TNI (Purn) Tri Sutrisno.
Dua nama ini kemudian ditetapkan sebagai Calon Ketum PKPI. Peserta Munaslub “terbelah”, dan mulai melakukan konsolidasi. Mekanisme pemilihan mulai menjurus kepada voting.
Pimpinan Sidang Munaslub kemudian memutuskan menskorsing sidang pemilihan untuk dilakukan musyawarah mufakat sesuai tradisi PKPI.
Forum Munaslub memberi respek kepada 2 Calon Ketum PKPI dan memandang sebagai aset yang berharga. Akhirnya disepakati konsultasi dengan pendiri partai Tri Sutrisno dan mantan Ketum PKPI AM Hendropriyono.
Konsultasi dilakukan secara virtual. Tri Sutrisno menyarankan agar penetapan Ketum PKPI dilakukan secara bijak, tulus dan ikhlas dengan pertimbangan etika sosial. Dia mengusulkan salah satu menjadi Ketum PKPI dan satunya lagi menduduki posisi Waketum atau Ketua Harian atau Sekjen.
Sedangkan AM Hendropriyono berpendapat lebih tegas dengan menyarankan Yusuf Solihcin menjadi Ketum PKPI dan Sunan Kalijaga menjadi Sekjen.
Berdasarkan saran dari pendiri dan mantan Ketum PKPI, Forum Munalub kemudian melanjutkan sidang untuk menyetujui saran pendapat tersebut.
Namun sebelum penetapan, Sunan Kalijaga melalui pimpinan sidang tidak bersedia menjadi Sekjen. Posisinya dalam kepengurusan PKPI akan ditentukan selanjutnya melalui Rapat Formatur. Akhirnya Mayjen Yusuf Solichien ditetapkan sebagai Ketum PKPI.
“Sah, Ketua Umum PKPI Periode 2021-2026 Bapak Mayjen TNI Marinir (Purn) Dr H Yusuf Solichien,” ujar Pimpinan Sidang mengetuk palu.

Ketua DPP PKPI NTT Yan Mboeik yang hadir pada Munaslub memastikan rapat tertinggi itu berjalan lancar dan demokratis.
“Dinamika sangat hidup sehingga terjadi perdebatan-pederbatan yang cukup memeras pikiran para peserta,” kesan dia.
Yan Mboeik sendiri dipercayakan sebagai salah satu anggota Formatur. Penetapan Formatur dilakukan sebelum penetaoan Ketum Terpilih.
Adapun Tim Formatur yang disepakati Forum Munaslub yakni Ketum Terpilih sebagai Ketua dengan anggota Tri Sutrisno, Diaz Hendropriyono, Susana (Sulsel), Yan Mboeik (NTT), Yulinski Simorangkir (Sumut), Daniel L (Jatim), Moses Sabono (Papua Barat) dan Ergan Tunjung (Kalteng).
Sesuai kesepakatan Tim Formatur bekerja untuk menyusun kepengurusan secara lengkap dalam waktu 2 minggu. Komposisi dan Struktur Pengurus PKPI 2021-2026 secepatnya diserahkan ke Depkumham untuk mendapatkan pengesahan.
Munaslub PKPI juga menghasilkan sebuah keputusan penting yakni mengubah nama PKPI menjadi PKP.
“Nama partai kita ubah, tidak lagi PKPI namun menjadi PKP (Partai Keadilan dan Persatuan). Jadi logo-nya nanti ada perubahan juga,” kata pimpinan sidang.
Dilansir dari Wikipedia, Mayjenderal Yusuf Solichien lahir di Jakarta, 8 Maret 1950 merupakan Alumni S2 Master Of Busines Adm, USA 1998, sebelumnya menjabat Komandan Kodikal.
Dia berasal dari Korps Marinir (Denjaka). Sebagian besar waktunya dihabiskan di lingkungan Korps Marinir.
Yusuf Solichien yang berkualifikasi Intai Amfibi ini adalah orang pertama yang masuk pasukan elit anti-teror TNI AL Detasemen Jala Mengkara pada tahun 1986, saat masih berpangkat Mayor.
Yusuf Solichien juga kini menduduki sebagai Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) periode 2018-2023. (*/eny)


















