Yuven Wangge Terpilih Jadi Ketua FPPB Sikka

0
758
Yuven Wangge Terpilih Jadi Ketua FPPB Sikka
Yuven Wangge, Ketua Dewan Eksekutif FPPB Sikka Periode 2021-2024

Maumere-SuaraSikka.com: Aktifis kemanusiaan Yuven Wangge terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Eksekutif Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) Sikka. Dia akan memimpin wadah itu untuk 3 tahun ke depan hingga tahun 2024.

Bersamaan dengan Pemilihan Dewan Eksekutif, dilaksanakan juga pemilihan Dewan Penasihat. Proses pemilihan melalui Rapat Umum Anggota (RUA) yang berlangsung di Aula BPBD Sikka, Rabu (13/10).

Selain aklamasi untuk Ketua Dewan Eksekutif, Forum RUA juga menetapkan personil komposisi kepengurusan, terdiri dari Wakil Ketua Dedi Imanuel Pau, Sekretaris Gabriel M. Lule, dan Bendahara Desri Megartina Sinulingga.

Dewan Eksekutif dan Dewan Penasihat Terpilih pose bersama peserta RUA FPPB Sikka

Forum RUA juga memberikan kepercayaan kepada sejumlah aktifis kemanusiaan sebagai Koordinator dan Sekretaris Divisi-Divisi. Terdapat sejumlah divisi yakni Divisi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Divisi Kedaruratan dan Logistik, Divisi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, serta Divisi Humas.

Sementara itu yang dipercayakan menjadi Dewan Penasihat yakni Kepala BPBD Sikka ex oficio, Piter Embugusi, dan Wim Keupung.

Yuven Wangge sebelumnya adalah Sekretaris FPPB Sikka 2017-2021, mendampingi Wim Keupung yang menjadi Ketua FPPB Sikka pada periode itu.

Sekda Sikka (tengah) membuka RUA FPPB Sikka, Rabu (13/10)

RUA FPPB Sikka resmi dibuka oleh Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera. Tampak hadir pada acara pembukaan antara lain Dandim Sikka Letkol Muhammad Jafar, Kabag Ops Polres Sikka AKP Darius Koreh, Kepala BPBD Sikka Muhammad Daeng Bakir, dan Ketua FPRB Propinsi NTT Buche Ga.

Sekda Sikka memberikan apresiasi kepada FPPB Sikka yang sudah memberikan kontribusi dan mendukung pemerintah dalam upaya penanggulangan bencana di daerah ini.

“Banyak kerja yang sudah dilakukan FPPB untuk mendukung pemerintah,” ujar dia.

Ketua FPPB Sikka Periode 2017-2021 Wim Keupung menyampaikan laporan pertanggunganjawab

Sekda Sikka menyebut 3 hal yang erat kaitan dengan bencana yakni bahaya, ancaman, dan kapasitas. Untuk bahaya dan ancaman, kata dia, dua faktor ini di luar kendali manusia.

Sehingga, tambah dia, yang harus disiapkan yakni kapasitas, dalam konteks kesiapan masyarakat mulai pra bencana, bencana dan pasca bencana.

Sekda Sikka mendorong FPPB Sikka untuk terus membangun kerja sama dan kerja bersama dengan semua pihak.

RUA FPPB Sikka diramaikan juga dengan diskusi seputar penanggulangan bencana. Panitia Pelaksana RUA menghadirkan 2 narasumber.

Dua narasumber membawakan materi pada Rapat Umum Anggota FPPB Sikka, Rabu (13/10)

Ketua FPRB NTT Buche Ga membawakan materi Refleksi Gerakan Penanganan Pengurangan Risiko Bencana di NTT dan wartawan SuaraSikka.com Vicky da Gomez membawakan materi Meneropong Kebijakan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Sikka.

RUA yang berlangsung selama satu hari ini berlangsung dinamis dan demokratis. Peserta RUA terdiri dari anggota FPPB Sikka, baik secara kelembagaan maupun perorangan, kurang lebih sebanyak 50 orang.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini