Kisah Daeng Bakir, Pejabat di Sikka Pengagum Wanita

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Desember 2021 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 108 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir berbicara pada acara perpisahan, Rabu (22/12)

Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir berbicara pada acara perpisahan, Rabu (22/12)

Mohammad Daeng Bakir sebentar lagi memasuki purnatugas. Dia telah mengabdikan dirinya sebagai aparatur sipil negara selama 35 tahun.

Daeng Bakir, laki-laki asal Kabupaten Ende itu diangkat sebagai pegawai negeri pada tahun 1986. Dua tahun kemudian, persis saat suasana penerimaan Bapa Suci John Paul II, Oktober 1988, dia resmi pindah ke Kabupaten Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai pegawai negeri dengan basis instansi BKKBN, Daeng Bakir kemudian berpindah-pindah instansi kerja dalam lingkup Pemkab Sikka.

Dia mengakhiri masa abdinya pada BPPD Sikka selama 5 tahun. Sejak 29 Desember 2016, dia dipercayakan memimpin instansi yang bertugas mengurus penanggulangan bencana.

Perpisahan
Daeng Bakir resmi pensiun pada Nopember 2021. Namun surat pemberhentiannya dari pegawai negeri baru akan keluar pada Januari 2022.

Tidak bermaksud mendahului keputusan Bupati Sikka, para staf di instansi itu menggelar acara perpisahan di Aula BPBD Sikka, Rabu (22/12).

Camat Nita Avelinus Yuvensius, yang pernah menjadi Sekretaris BPBD Sikka hadir saat itu.

Begitu juga Sekretaris Dinas PUPR Conshita Hubertha Dhiu, pernah menjadi kepala bidang di BPBD Sikka, ikut ambil bagian.

Camat Kangae Bakri Kari tidak ketinggalan pada acara perpisahan. Dia pernah menjadi salah satu kepala bidang.

Tidak kurang dari puluhan wartawan yang bertugas di Maumere, tampak hadir. Selama penanganan Covid-19, Daeng Bakir sangat intens bermitra dengan pekerja jurnalistik.

Hadirnya mantan penjabat di BPBD Sikka setidaknya menggambarkan bagaimana kebersamaan, tanggung jawab dan harmonisasi kerja bersama Daeng Bakir.

Acara perpisahan diramu sederhana mungkin, sambil tetap menjaga protokoler kesehatan.

Sekretaris BPBD Sikka Paskalis Paseli menyebut meskipun sederhana, acara perpisahan patut dihormati sebagai ungkapan rasa cinta dan terima kasih kepada Daeng Bakir.

Paskalis Paseli menyematkan cincin kepada Mohammad Daeng Bakir

Staf BPBD Sikka memberikan kenangan yang tidak terlupakan. Paskalis Paseli menyematkan sebuah cincin emas kepada pria berusia 60 tahun itu.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Tidak hanya itu, satu buah bingkisan dititipkan untuk istri Daeng Bakir, Ketua Dharma Wanita BPBD Sikka.

Perpisahan boleh sederhana, tetapi substansinya cukup sarat makna. Banyak hal rahasia dari Daeng Bakir akhirnya terekspos secara gamblang dalam suasana penuh canda dan kekerabatan.

Kepala dan Sekretaris BPBD Sikka menegaskan salam tangguh

Temperamental
Satu karakter yang melekat pada diri Daeng Bakir yakni temperamental. Rupanya sifat ini sudah mengakar sejak lama.

Meski sudah jadi karakter kuat, watak temperamental ini tidak dia pamer pada sembarang tempat dan sembarang orang. Dia begitu cerdas membungkusnya.

Sifat asli itu baru dia perlihatkan saat pertemuan terbatas dengan para staf. Pada momen-momen seperti itu, Daeng Bakir bisa meledak-ledak.

“Teman-teman wartawan mungkin tidak pernah tahu, kalau Pa Kalak bisa saja pukul meja, banting pintu, pada saat pertemuan,” demikian kesan Paskalis Paseli pada acara perpisahan.

Sikap temperamental Daeng Bakir bukan tanpa alasan. Dia wajib marah-marah jika mendapati ketidakberesan pada kinerja staf.

Ada empat alasan khusus yang membuat dia terpaksa “mengamuk”. Pertama, jika arahan dan perintahnya tidak dilaksanakan secara benar dan tepat. Kedua, dia paling jengkel dengan staf yang tidak jujur. Ketiga, dia menuntut kinerja yang transparan. Dan keempat, dia paling benci dengan staf yang malas kerja.

Watak temperamental ala Daeng Bakir, umurnya tidak panjang, karena dia bukan tipikal pendendam.

Daeng Bakir bisa dengan cepat menetralisir situasi, meredakan amarahnya, dan berbalik memberikan motivasi dan spirit kepada staf.

Wanita
Ternyata ada hal lain yang menarik dari diri Daeng Bakir. Rupanya diam-diam dia termasuk pengagum wanita.

Wanita bagaimana yang dikaguminya? Tidak saja wanita yang berparas cantik dan ayu. Dia bisa familiar dan terkadang “sok akrab” dengan wanita siapa saja.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Berbeda dengan karakter temperamental yang bisa dia bungkus rapi, untuk urusan wanita ternyata Daeng Bakir tidak perlu harus sembunyi-sembunyi. Di tempat mana saja, dan dengan wanita siapa saja, Daeng Bakir pandai menyisihkan waktu untuk menikmati kekagumannya.

Arnoldus Yansen, seorang staf yang sudah 13 tahun bekerja di lingkup BPBD Sikka, ternyata mengamati juga gestur Daeng Bakir dalam urusan dengan wanita.

“Saat pertemuan, serius dan marah-marah, tapi kalau ada wanita cantik, semuanya selesai,” tutur Kepala Seksi Kesiapsiagaan itu saat memberikan pesan kesan pada acara perpisahan.

Daeng Bakir tidak perlu harus malu-malu dengan pengamatan Arnoldus Yansen. Dia malah menanggapinya dengan santai tanpa beban. Terlintas sepertinya ada kesan bangga dengan karakter itu.

“Tidak salah yang disampaikan Pa Yansen,” tanggap dia disambut gelak tawa staf dan wartawan.

Buat Daeng Bakir, wanita adalah sosok yang harus dilindungi. Dia menanamkan prinsip itu dengan hakikat wanita-lah yang mengandung dan melahirkan seorang anak manusia. Prinsip ini yang membuat dia begitu dekat dengan setiap wanita.

“Kita semua ini lahir dari rahim wanita,” ujar Daeng Bakir memberikan alasan kenapa dia mengagumi wanita.

Meski mengagumi wanita dan akrab dengan wanita, Daeng Bakir tidak pernah bermasalah dengan wanita, apalagi sampai merajut asmara terlarang.

Dia benar-benar menjaga kapasitas dan kapabilitasnya sebagai pejabat publik. Dia tidak tergoda sedikit pun.

“Hanya sebatas ngobrol, tidak lebih dari itu,” terang Daeng Bakir sambil tertawa lepas.

Di tengah acara perpisahan, Daeng Bakir tetap saja melancarkan kekagumannya pada wanita.

Kebetulan banyak staf wanita dan relawan perempuan yang hadir pada acara perpisahan. Daeng Bakir menikmati sungguh obrolan bersama mereka.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru