




Maumere-SuaraSikka.com: Karya-karya jurnalistik di Kabupaten Sikka, seringkali juga mendapatkan kritikan konstruktif sehubungan dengan kode etik jurnalistik.
Dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) ke-76, momentum ini antara lain menjadi ruang instropeksi untuk terus meningkatkan profesionalisme kerja sebagai pilar keempat demokrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Konfirmasi Sepihak
Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa menyadari betul pentingnya peran pers, terutama di Kabupaten Sikka.
Dia memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja jurnalistik, terutama kepada para wartawan yang bergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (Awas).
Meski demikian, dalam pencermatannya, dia mengaku kerja-kerja profesional tersebut terkadang belum mengaplikasikan secara baik semangat dan amanat kode etik jurnalistik.
Ketua Partai Golkar ini menyinggung ketaatan terhadap konfirmasi yang berimbang, belum sepenuhnya dilaksanakan.
“Kadang-kadang mendapat informasi dari satu pihak, langsung dibuat berita. Padahal mestinya wajib melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait,” sentil dia.
Netralitas
Kritik lain yang diungkapkan Gorgonius Nago Bapa yakni soal netralitas media.
Dia menangkap kesan ada saja media yang dalam pemberitaannya cenderung berpihak kepada pihak-pihak tertentu.
“Terkesan media tersebut dipakai untuk mempopulerkan pihak tertentu. Tentu media tersebut menjadi sorotan karena ulah oknum wartawan di media tersebut,” ungkap wakil rakyat tiga periode itu.
Gorgonius Nago Bapa menyarankan para pekerja media di Kabupaten Sikka agar benar-benar bersikap netral, tidak berpihak, dan tidak memprovokasi.
“Jadilah corong kebenaran kepada masyarakat, dan memberikan semangat perubahan kepada setiap elemen yang berkepentingan dalam pembangunan di Kabupaten Sikka,” harap dia.

Judul dan Isi Berita Tidak Selaras
Ketua Partai Gerindra Kabupaten Sikka Fransiskus Stephanus Say menyampaikan apresiasi atas peringatan HPN Tahun 2022 untuk wartawan di daerah itu.
“Selamat HPN untuk teman-teman wartawan. Semoga pers di Kabupaten Sikka tetap eksis di era media sosial,” ujar dia.
Steph Say yang juga adalah Ketua Fraksi Gerindra menaruh harapan besar kepada pers dan wartawan agar tetap menjadi suluh bangsa dengan menyajikan berita yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
Dalam kacamatanya, pria yang rajin mengikuti pemberitaan media seputar Kabupaten Sikka, berpendapat masih banyak hal yang perlu disempurnakan lagi dalam sebuah pemberitaan.
Poin penting yang menjadi kritik konstruktif kepada media, kata Steph Say, yakni tidak selarasnya judul dan isi berita.
“Terkadang saya temukan judul dan isi berita tidak nyambung. Mungkin ini yang harus jadi perhatian ke depannya,” ungkap dia.
Baik Gorgonius Bapa maupun Steph Say mendukung penuh kerja-kerja jurnalistik yang telah ikut mengambil bagian sesuai tugas dan tanggung jawab dalam mencerdaskan masyarakat di daerah ini.*** (eny)















