
Lewoleba-SuaraSikka.com: Pelatih Kepala Persebata Lembata Hasan Wahar mengambil keputusan yang berisiko saat pertandingan 16 besar Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata antara Persebata Lembata versus PS Malaka di GOR 99 Lewoleba, Senin (19/9).
Dia menarik penjaga gawang Yucius Bale Betekeneng pada menit ke-110. Padahal pertandingan tinggal 10 menit lagi berakhir. Saat itu kedudukan sementara 2-2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yucius Bale Betekeneng sendiri sebenarnya bermain cukup baik dan gemilang. Dia berhasil menyelamatkan beberapa serangan pemain-pemain PS Malaka.
Saat ditarik keluar Yucius Bale Betekeneng sedang dalam kondisi sedang fit. Tidak ada masalah serius yang dia alami.
Hasan Wahar lalu memasukkan Marianus Labi Namang. Penjaga gawang pengganti ini belum pernah berlaga satu pertandingan pun sejak babak penyisihan.
Bagi banyak orang, keputusan ini terbilang di luar dugaan. Hasan Wahar dianggap terlalu berani mengambil risiko. Tapi ternyata beda bagi Hasan Wahar. Terbukti keputusannya luar biasa.
Awalnya Marianus Labi Namang gagal mengantisipasi tiga tendangan eksekutor Malaka. Satu tendangan hanya membentur mistar gawang.
Penampilan Marianus Labi Namang baru terlihat ketika dia berhasil menggagalkan tendangan eksekutor terakhir Malaka.
Bola datar yang disepak Richsrd Bilardo Bere ke sudut kanan gawang, berhasil ditepis keluar oleh Marianus Labi Namang.
Penyelamstan gemilang ini sekaligus memastikan kemenangan Lembata atas Malaka. Spontan pendukung Lembata langsung mengelu-elukan Marianus Labi Namang.
Hasan Wahar mengaku punya keyakinan Marianus Labi Namang bisa tampil gemilang. Karena itu dia berani mengambil risiko dengan melakukan pergantian penjaga gawang.*** (eny)















