
Lewoleba-SuaraSikka.com: Dua kali drama adu pinalti pada Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata menguntungkan Persebata Lembata. Tim tuan rumah pun lolos ke babak semifinal.
Drama adu pinalti yang kedua terjadi pada babak 8 besar, Kamis (22/9). Persebata menghempaskan Persami Maumere 4-2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua tim bermain imbang 0-0 pada 2×45 menit. Pada perpanjangan waktu, permainan berakhir imbang dengan skor 1-1.
Pada babak 16 besar Persebata juga memenangkan pertandingan, dengan menyelesaikan drama adu pinalti saat berhadapan dengan PS Malaka.
Bentrok Sikka dan Lembata berlangsung seru. Sikka turun dengan kostum kebanggaan hijau-hijau. Lembata masih dengan biru-biru.
Ribuan penonton sudah memadati GOR 99 Lewoleba sejak pukul 06.30 Wita. Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tampak menonton dari tribun.
Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-28 lantaran semburan gas air mata yang masuk ke dalam lapangan pertandingan. Wasit dan para pemain dua tim terpaksa berhamburan keluar meninggalkan lapangan pertandingan.
Lembata mendominasi pada babak kedua. Berkali-kali tim tuan rumah menekan pertahanan Sikka.
Tidak ada striker murni membuat Laskar Sembur Paus kesulitan menembus gawang Iroman Farhandi Fadhlur Rahman.
Sole Ihing dan Ulrikus Mas Pati, penyuplai bola dari lini tengah, lebih banyak memanfaatkan lebar lapangan. Namun duet kembar Cesar Aprilio Burak Making dan Luis Aprilio Mitem Making belum maksimal.
Lini depan Sikka juga melempem setelah kehilangan striker Ronaldus Yovandi Sambi akibat akumulasi kartu kuning. Yoris Nono harus bekerja sendirian membongkar pertahanan Lembata.
Hasil imbang kacamata memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Lembata masih terus menekan. Sikka memanfaatkan counter attack.
Menit ke-91, Sikka mendapat peluang yang bagus. Bola dari sayap kiri dikirim melebar ke sayap kanan. Gelandang kanan Sirilus Ndoa kurang pas mengontrol bola.
Si kulit bundar jatuh di kaki Marcelino Patrix. Dengan satu sentuhan pemain bernomor punggung 18 itu melakukan shooting keras ke gawang Lembata dan menjebol gawang Yucius Bale Betekeneng.

Unggul sementara, Sikka terus menekan. Lembata pun tidak menyerah begitu saja. Pada menit ke-101, Karolus Kapitan Domaking menggedor dari sayap kanan. Gerakannya dilumpuhkan pemain lawan. Gelandang serang ini terjatuh.
Wasit Anton Rismiaji kemudian memutuskan titik pinalti. Pelatih Kepala Persami Maumere terlihat melakukan protes di meja wasit. Dia menantang keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.
Fredy MBW lalu memberi tanda kepada pemain untuk meninggalkan lapangan pertandingan. Pemain Sikka pun keluar lapangam pertandingan.
Pertandingan kemudian dilanjutkan lagi. Sebastian Wetu sukses mengeksekusi pinalti. Kedudukan berimbang 1-1.
Penentuan pemenang harus dilakukan dengan drama adu pinalti. Yoris Nono dan Fransiskus Ferdinan Sikuropa berhasil mengeksekusi dengan baik.
Sementara Marcelino Patrix justeru gagal melakukan eksekusi. Begitu juga eksekusi Strambi Hendrawan Poar tidak sempurna.
Empat penendang Lembata melakukan tugas dengan baik. Mereka adalah Arsenius Ola, Sebastianus Wetu, Luis Aprilio Mitem Making dan Cesar Aprilio Burak Making.
Uniknya, Pelatih Kepala Persebata Lembata Hasan Wahar kembali melakukan keputusan brilian pada babak kedua perpanjangan waktu. Dia menarik keluar penjaga gawang Yucius Bale Betekeneng, dan memasukkan Marianus Labi Namang.
Keputusan ini lagi-lagi terbukti manjur. Marianus Labi Namang berhasil menepis eksekusi Marcelino Patrix.
Lembata melangkah ke babak semifinal. Lawan Lembata baru akan ditentukan petang nanti antara PS Kota Kupang dan Perserond Rote Ndao.*** (eny)















