
Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata memasuki babak semifinal. Pertarungan dipastikan bakal berlangsung seru.
Satu langkah menuju partai puncak. Tropi bergir seolah semakin dekat saja. So, tensi panas sudah pasti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim mana yang bakal bermain pada partai puncak, Kamis 29 September 2022 di GOR 99 Lewoleba, belum bisa diprediksi. Semua punya peluang yang sama.
Empat tim terbaik pada turnamen tahun ini bakal melakukan revans. Persebata Lembata bertemu Perserond Rote Ndao. Dan Perse Ende berhadapan Persim Manggarai.
Lembata Rote Ndao
Lembata kontra Rote Ndao pernah tersaji pada Grup B babak penyisihan. Tuan rumah unggul tipis 2-1. Sempat ada aksi protes yang dilakukan manajemen Rote Ndao.
Tim tuan rumah keluar sebagai juara grup. Rote Ndao hanya berada pada peringkat ketiga. Beruntung Zet Adoe dan pasukan masuk dalam jalur peringkat ketiga terbaik keempat.
Rote Ndao menjadi satu-satunya peringkat ketiga terbaik yang masih bertahan. Persab Belu takluk di kaki Persami Maumere. PS Malaka dipulangkan Persebata Lembata, dan Rote Ndao menjinakkan PS Kota Kupang.
Lembata lolos ke babak semifinal usao menekuk juara bertahan PS Malaka di babak 16 besar. Selanjutnya menghempaskan Persami Maumere.
Sedangkan Rote Ndao menaklukkan Persewa Waingapu, kemudian menang adu pinalti atas PS Kota Kupang.
Ende Manggarai
Sementara itu Perse Ende dan Persim Maggarai di babak penyisihan tergabung pada Grup B. Ende dan Manggarai bermain imbang 1-1, dan pada akhirnya keluar sebagai juara dan runner-up grup.
Ende membekuk Kristal di babak 16 besar, lalu menekuk Perseftim Flotim pada partai yang diwarnai kerusuhan suporter Perseftim. Sedangkan Manggarai menang adu pinalti dengan PSN Ngada dan unggul tipis atas Persarai Sabu Raijua.
Kejutan
Revans pada babak semifinal ini diprediksi berlangsung menarik. Rote Ndao tentu tidak mau takluk kedua kalinya dari tim tuan rumah. Begitu juga Ende dan Manggarai berusaha keluar sebagai pemenang.
Publik bola memprediksi Lembata bertemu Ende pada laga puncak. Final ideal, begitu alasan yang disampaikan. Lembata dan Ende dalam beberapa pertandingan terakhir, menyuguhkan penampilan yang enak ditonton.
Apalagi pada laga terakhir. Lembata menekuk Maumere lewat sebuah partai berkualitas yang mendebarkan. Begitu juga Ende yang membuat Flotim tidak berdaya.
Apapun itu, Lembata tidak boleh begitu saja mengabaikan kekuatan Rote Ndao. Demikian pun Ende jangan main-main gila dengan kraeng-kraeng dari Manggarai.
Bola itu bulat. Bisa saja terjadi kejutan di akhir laga.*** (vicky da gomez)















