
Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata memasuki saat-saat krusial. Babak semifinal dimulai hari ini dan besok.
Petang nanti Persebata Lembata versus Perserond Rote Ndao di GOR 99 Lewoleba. Satu langkah lagi mereka menuju puncak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan dua tim ini layak mendapat perhatian. Terdapat sejumlah ego dan gengsi yang melibatkan konflik dua perserikatan ini. Pantaslah tarung seru ini diberi tajuk Duel Tiga Titel.
Tuan Rumah dan Calon Tuan Rumah
Persebata Lembata tahun ini tampil dengan status sebagai tuan rumah. Sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan. Dari 5 pertandingan, 3 dimenangkan dan satu berakhir imbang. Lembata belum terkalahkan.
Masuk babak semifinal bisa dibilang sebuah prestasi positip bagi tim tuan rumah. Fakta ini membantah keraguan banyak orang menyusul kemelut yang terjadi dalam tubuh tim, satu minggu menjelang kick-off.
Rote Ndao bukan tanpa ego. Mereka datang ke Lembata dengan misi besar sebagai calon tuan rumah Liga 3 ETMC XXXII Tahun 2023 mendatang.
Lembata menjadi media penting untuk mempromosikan kesiapan Rote Ndao sebagai tuan rumah tahun depan.
Tidak hanya itu, Lembata juga antara lain menjadi referensi bagi Rote Ndao saat menyelenggarakan turnamen bergengsi ini. Yang lebih dari Lembata, boleh diambil, yang kurang, disempurnakan.
Rivalitas tuan rumah dan calon tuan rumah, pada babak krusial semacam ini, jarang terjadi dalam perhelatan kasta tertinggi sepak bola di NTT.
Saya mencatat 2 pertemuan tuan rumah dan calon tuan rumah. Final ETMC Tahun 2007 di Kabupaten Belu, mempertemukan Persab Belu dan PSN Ngada. Tim Oranye memboyong tropi bergilir untuk diperebutkan pada ETMC Tahun 2009 di Kabupaten Ngada.
Lalu Final ETMC 2015 di Kabupaten Sikka mempertemukan Persami Maumere dan Perse Ende. Nasib Laskar Kelimutu tidak semanis PSN Ngada. Tuan rumah merengkuh tropi bergilir untuk diperebutkan pada ETMC Tahun 2017 di Kabupaten Ende.
Menuju Gelar Perdana
Sebanyak 24 peserta meramaikan Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata. Kini tersisa 4 tim saja: Persebata Lembata, Perserond Rote Ndao, Perse Ende, dan Persim Manggarai.
Ende sudah dua kali mengecupi tropi bergilir, tahun 1999 dan tahun 2017. Dua prestasi itu dicatat di Bumi Kelimutu. Manggarai baru 1 kali, tahun 2005, juga dicatat di Bumi Congka Sae. Lembata, menjadi taruhan bagi Ende dan Manggarai untuk menambah koleksi numero uno.
Berbeda dengan dua tim di atas, Lembata dan Rote Ndao, belum sekali pun merengkuh tropi bergilir. Lembata baru sebatas menjadi tempat nginap sementara, ketika turnamen ini sedang bergulir.
Bukan tidak mungkin, momentum sebagai semifinalis makin memompa semangat Lembata dan Rote Ndao berada pada partai puncak, menuju gelar perdana.
Kesempatan sudah ada, peluang di depan mata. Tidak boleh dilewatkan begitu saja. Dan, so pasti, rivalitas pun menjadi menarik.
Revans
Bentrok semifinal Lembata dan Rote Ndao sebenarnya bukan barang baru pada Liga 3 ETMC XXXI tahun ini.
Dua tim ini sama-sama bergabung pada Grup B babak penyisihan. Laga dua tim ini tersaji Jumat (16/9) pada pertandingan terakhir dalam grup.
Saat itu Lembata sudah koleksi 4 poin, Rote Ndao baru 3 poin. Sementara Platina FC dengan 6 poin sudah memastikan 1 tiket gratis babak 16 besar.
Tersisa 1 tiket otomatis saja dari grup B. Lembata butuh hasil imbang. Rote Ndao wajib poin penuh.
Lembata akhirnya memenangkan pertandingan, 2-1, mendongkrak tuan rumah pada puncak klasemen akhir. Rote Ndao sempat melayangkan surat protes.
Nasib Rote Ndao kemudian beruntung karena menjadi peringkat ketiga terbaik keempat. Calon tuan rumah pun melangkah gagah ke babak 16 besar.
Pertemuan Lembata dan Rote Ndao di babak semifinal petang nanti, menjadi revans yang menarik. Secara kualitas, dua tim ini berimbang. Tinggal bagaimana kelihaian Hasan Wahar dan Zet Adoe meracik sebuah tim yang solid untuk memenangkan pertandingan.
Duel Tiga Titel bakal tersaji pukul 14.30 Wita. Cuaca Lewoleba sepanjang turnamen ini dengan panas terik yang menyengat. Tentu saja, publik sangat berharap Lembata dan Rote Ndao menampilkan permainan terbaik dengan selalu menjaga misi besar El Tari: persaudaraan.*** (vicky da gomez)















