
Maumere-SuaraSikka.com: Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat, terjadi di Kabupaten Sikka, Selasa (29/11). Kali ini nama Kajari Sikka Fatoni Hatan yang dicatut.
Pencatut nama Kejari Sikka ini memanfaatkan kasus dugaan korupsi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) TA 2021 pada Kantor BPBD Sikka. Kasus ini sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oknum tidak jelas ini menghubungi Maria Reneldis Lebi, Bendahara Pengeluaran Pembantu BTT yang sedang dililit masalah kasus dugaan BTT. Dia menggunakan sarana handphone dengan nomor kontak 082124816877.
Tidak main-main, oknum ini meminta Reneldis Lebi mentransfer uang sejumlah Rp 10 juta ke rekening BRI atas nama Ratna Sari Nainggolan dengan nomor rekening 1131.0103.9289.502. Dia berjanji akan membantu menyelesaikan kasus BTT.
Uang sebanyak itu, menurut pencatut, akan dimanfaatkan sebagai biaya konsumsi bagi personil Kejaksaan Agung yang hari ini melakukan kunjungan kerja dalam wilayah Kejaksaan Negeri Sikka.
Untuk meyakinkan Reneldis Lebi, pencatut nama Kajari Sikka juga meminta kehadiran Reneldis Lebi pada saat kunjungan kerja di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, sekitar pukul 12.00 Wita.

Informasi tentang aksi penipuan dengan mencatut nama Kajari Sikka, disampaikan Reneldis Lebi kepada media ini, Rabu (30/11) pagi.
“Saya nyaris jadi korban penipuan. Tadi malam saya sudah konfirmasi Pa Rizky, seorang penyidik, dan beliau sampaikan itu penipuan, tidak usah dilayani,” cerita Reneldis Lebi.
Kronologis
Aksi penipuan ini terjadi sekitar pukul 15.00 Wita saat Reneldis Lebi sedang dalam perjalanan pulang ke Maumere menggunakan kapal feri.
Pelaku mengirim chat ke WA Reneldis Lebi, dan memperkenalkan diri sebagai Kajari Sikka. Setelah itu pelaku langsung menelepon untuk meminta pengiriman uang segera.
Reneldis Lebi awalnya menjanjikan akan menstransfer sekitar pukul 17.00 Wita setelah dirinya tiba di Maumere. Pelaku mendesak agar diupayakan dikirim paling lambat sore hari.
“Dia mendesak, sambil berpesan tidak boleh cerita ke orang lain, karena Pa Kajari sifatnya membantu dengan tulus,” cerita Reneldis Lebi.
Namun hingga pukul 19.00 Wita, Reneldis Lebi tidak melayani permintaan pelaku. Selain karena dia tidak punya uang, juga dia yakin dengan keterangan seorang penyidik yang menyebut aksi tersebut adalah penipuan.
Hingga pukul 19.00 Wita belum juga ditransfer, pelaku kembali mengontak Reneldis Lebi. Bendahara ini kemudian beralasan akan mengeksekusi pagi hari sebelum masuk kantor.
“Sampai tadi pagi saya tidak layani permintaan orang ini. Dia sendiri juga tidak kontak-kontak lagi,” ujar Reneldis Lebi.
Reneldis Lebi mengaku pagi tadi sempat menghubungi pelaku, sekedar untuk mengikuti pola penipuan yang dilakukan oknum tersebut. Namun chat Reneldis Lebi sama sekali tidak dibalas.

Penipuan
Secara terpisah Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sikka Ibrahim yang dibubungi Rabu (30/11), memastikan dan menegaskan tidak ada pihak Kejaksaan Negeri Sikka yang meminta sesuatu kepada siapa pun.
Terhadap apa yang dialami Bendahara Pengeluaran Pembantu BTT, Ibrahim mengingatkan agar warga masyarakat Kabupaten Sikka berhati-hati dengan modus seperti itu.
“Semua pihak jangan sampai tertipu dengan yang mengatasnamakan Kejaksaan Negeri Sikka,” ingat dia.

Catatan media ini, aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat sering kali terjadi di Kabupaten Sikka, terutama pada kasus dugaan korupsi, atau kasus yang melibatkan pejabat.*** (eny)















