DPRD Sikka Dorong Bupati-Wabup Fasilitasi Bahas Status Kepemilikan Yayasan Unipa

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 Maret 2023 - 13:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 49 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampus Unipa Maumere di Jalan Kesehatan

Kampus Unipa Maumere di Jalan Kesehatan

Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka mendorong Bupati dan Wakil Bupati setempat untuk memfasilitasi pertemuan guna membahas status kepemilikan Yayasan Unipa.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri dalam pidato politik pada pembukaan Rapat Paripurna I Masa sidang II Tahun 2023 tentang LKPJ Akhir TA 2022, Senin (13/3).

Pertemuan dimaksud, urai Karimanto Eri, melibatkan pihak Yayasan Unipa, mantan Bupati Sikka Alexander Longginus, mantan Sekda Sikka Sabinus Nabu, dan pengurus Yayasan Unipa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan DPRD Sikka sudah menyatakan dengan jelas bahwa Yayasan Unipa adalah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Namun, lanjut dia, hal ini tentu bertabrakan hukum yang termuat dalam UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan UU Yayasan Nomor 28 Tahun 2004.

“Oleh karena itu pemerintah daerah perlu melakukan kajian hukum secara komprehensif terhadap masalah Statuta Kepemilikan Unipa agar di kemudian hari kita tidak mengikuti jejak Unflor Ende,” tegas dia.

Terkait usulan ini, menurut rencana DPRD Sikka akan menggelar Rapat Konsultasi bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, yang dijadwalkan  berlangsung Senin (20/3) mendatang.

Baca Juga :  53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Masalah Unipa Maumere menjadi diskusi menarik dan seru menyusul pernyataan anggota Fraksi Partai Hanura Wenseslaus Wege.

Mantan guru ini menuding Yayasan Unipa telah menggelapkan aset pemerintah daerah. Pernyataan ini kemudian memicu sekitar 800 mahasiswa, dosen, dan pegawai melakukan aksi di Kantor DPRD Sikka.

DPRD Sikka kemudian menggelar rapat dengar pendapat bersama Yayasan Unipa, Pembina Yayasan Unipa, dan Dinas BPKAD pada Jumat (10/3).*** (eny)

Berita Terkait

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA