Akselerasi Capaian UHC, BPJS Kesehatan Luncurkan Program Pesiar

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 Agustus 2023 - 21:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 52 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peluncuran Program Pesiar BPJS Kesehatan, Rabu (30/8)

Peluncuran Program Pesiar BPJS Kesehatan, Rabu (30/8)

Jombang-SuaraSikka.com: BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi (PESIAR), Rabu (30/8).

Program tersebut dihadirkan untuk mengakselerasi proses rekrutmen peserta dan meningkatkan keterlibatan aktif dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirut BPJS Kesehatan Ghufron Mukti

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menjelaskan Program PESIAR dilakukan dengan
melibatkan perangkat daerah setempat, guna mencapai target minimal 98% penduduk sebagai peserta
JKN sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2024.

Ghufron Mukti menyebut capaian Universal Health Coverage (UHC) melalui Program JKN selaras dengan
tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, di mana satu SDGs Desa yaitu Desa Peduli Kesehatan yang memiliki 15 program prioritas, salah satunya yaitu BPJS
Kesehatan mencapai 100% cakupan penduduk desa sebagai peserta JKN.

“Program Pesiar juga dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1
Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN yang menginstruksikan kepada 30
kementerian/lembaga termasuk bupati/walikota untuk mengambil langkah-langkah strategis yang
diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing,” jelas Ghufron Mukti sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Selaras dengan hal tersebut, BPJS Kesehatan telah bersinergi dengan Kemenko PMK, Kementerian
Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dan Kementerian Dalam Negeri
untuk memperluas dan meningkatkan partisipasi peserta JKN hingga di tingkat desa dan kelurahan
melalui kegiatan Pesiar.

Selain itu, Kementerian Desa dan PDTT juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2022 yang menginstruksikan
penggunaan Dana Desa untuk kegiatan advokasi, sosialisasi, dan edukasi terkait Program JKN di
masyarakat desa.

“Nantinya, proses pemetaan akan dibantu Agen Pesiar yang ditunjuk Pemerintah Desa
untuk melakukan pemetaan data penduduk di desa tertentu, penyisiran wilayah berdasarkan hasil
pemetaan, serta kegiatan advokasi dan sosialisasi yang melibatkan aparat desa. Setelah itu, hasil dari advokasi akan dijadikan dasar untuk pendaftaran peserta JKN,” tambah Ghufron Mukti.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan juga telah menjalankan pilot project pada 126 desa yang tersebar di
seluruh wilayah Indonesia.

Meski terdapat tantangan, namun Ghufron Mukti optimis dengan adanya
dukungan seluruh pihak, Program Pesiar mampu mendorong percepatan capaian UHC demi memberikan perlindungan kesehatan seluruh penduduk di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan Penandatanganan MoU antara BPJS Kesehatan
dengan Kementerian Desa dan PDTT, Penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama antara BPJS
Kesehatan dengan Dirjen Pembangunan Desa dan Perdesaan-Kemendes PDTT dan
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Daerah
Jombang.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menjelaskan
anggaran negara telah mengalami peningkatan 20 persen dan diperuntukkan untuk masalah
kesehatan.

Menurutnya, hal ini juga akan memberikan dampak positif kepada penyediaan jaminan
sosial di bidang kesehatan melalui Program JKN.

Tujuan keikutsertaan masyarakat dalam BPJS Kesehatan muncul pada SDGs Desa. Artinya, BPJS
Kesehatan harus dapat dimiliki oleh seluruh masyarakat, khsususnya bagi warga desa yang masih miskin.

Bupati Jombang lMundjidah Wahab

Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengapresiasi upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan yang
telah menjangkau penduduk di desa untuk menjadi peserta JKN melalui Program Pesiar.

Dia menyebut seluruh jajaran Pemerintah Daerah Jombang berkomitmen melakukan percepatan
jumlah cakupan kepesertaan Program JKN sesuai yang telah direncanakan pada RPJMN Tahun 2024.

“Untuk itu, saya berharap dan berpesan kepada seluruh jajaran pemerintahan kecamatan, kelurahan
serta pemerintah desa agar dapat mendukung penuh dan bersinergi dengan BPJS Kesehatan agar pencapaian dan keberlanjutan UHC di Indonesia dapat segera terwujud melalui pendekatan UHC Desa ataupun kelurahan di Kabupaten Jombang,” ujar Mundjidah.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula Sulastri, salah satu Agen Pesiar yang ditugaskan di Desa Losari,
Kecamatan Ploso.

Sebagai salah satu Agen Pesiar, Sulastri menyebut Program Pesiar
merupakan langkah positif yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk memberikan perlindungan
kesehatan kepada penduduk desa yang belum terjamin dalam Program JKN.

Sulastri yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Losari Krajan ini mengaku rutin untuk melakukan pemetaan kepada
penduduk desa yang belum terdaftar ke dalam Program JKN.

“Khusus di Desa Losari ada empat Agen Pesiar. Kami juga saling membantu dalam menjalankan
tugas, ketika melakukan pemetaan, menyisir bagi penduduk yang belum menjadi peserta, kemudian
mengadvokasi hingga melakukan pendaftaran. Meski saya ditugaskan di Desa Losari, tak banyak juga
saya ikut membantu melakukan pendaftaran penduduk yang berada di desa lain seperti dari
Lamongan, Malang bahkan Kediri,” kata Sulastri.

Dia mengakui dalam mengemban tugasnya, tak sedikit juga dia mendapatkan penolakan. Namun, dia
tidak bosan memberikan pemahaman kepada penduduk desa bahwa Program JKN bisa menjadi alat
untuk berobat tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun.

Dengan manfaat yang dihadirkan, dia berharap agar Program JKN terus berkelanjutan sehingga bisa terus
memfasilitasi masyarakat untuk
mendapatkan akses layanan kesehatan yang kian optimal.*** (*/eny)

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA