Ternyata, oh ternyata. Lima tahun hanya mimpi belaka. Tidak bisa dipungkiri, Nian Tana tercinta ini, 5 tahun belakangan sungguh mengalami kemunduran luar biasa. Suka atau tidak suka, realitas tampak nyata di depan mata publik.
Bekal pendidikan magister Ilmu Pemerintahan, bukan menjadi modal. Robi Idong tidak mampu menciptakan tata kelola pemerintahan. Malah justeru sebaliknya, hancur berantakan. Kabupaten Sikka hanya digandrungi masalah demi masalah.
Proyek-proyek yang bersumber dari APBD atau dana pinjaman daerah berujung masalah, dan tidak berdampak output dalam aspek azas manfaat bagi masyarakat. Terbukti banyak proyek mangkrak dan terindikasi penuh dugaan korupsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rasa-rasanya Paket Roma mencetak dugaan korupsi yang paling banyak jika dibandingkan dengan para Bupati dan Wakil Bupati yang pernah memimpin Kabupaten Sikka.
Yah, Kabupaten Sikka ini benar-benar sudah hancur dari sisi tata kelola pemerintahan. Terutama yang paling nyata yakni urusan kemampuan keuangan daerah. Semua perangkat daerah mengeluh ketiadaan uang.
Walahualam! Sudah sangat irasional ketika sebuah kabupaten dalam kondisi minus pendapatan dan minus anggaran. Mau dibawa ke mana daerah ini?
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya















