Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 772 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KM Ratu Rosari

KM Ratu Rosari

KAPAL Ratu Rosari bukan sekadar kapal yang pernah melintasi Laut Flores. Bagi banyak orang di Flores dan Nusa Tenggara, kapal ini merupakan bagian dari sejarah perjalanan, pendidikan, perdagangan, pelayanan sosial, dan kehidupan masyarakat pada zamannya.

Pada masa ketika transportasi antarpulau masih sangat terbatas, Ratu Rosari menjadi salah satu penghubung penting antara Flores, Timor, Jawa, dan wilayah-wilayah lain di Indonesia. Kapal ini membawa manusia, barang, harapan, dan cerita dari satu pulau ke pulau lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi generasi yang pernah menggunakannya, nama Kapal Ratu tidak hanya mengingatkan pada sebuah alat transportasi, tetapi juga pada sebuah zaman ketika laut merupakan jalan utama menuju dunia yang lebih luas.

Dari Hamburg untuk Nusa Tenggara
Ratu Rosari lahir dalam konteks pelayanan misi Katolik di kawasan Nusa Tenggara. Kapal ini dibangun di Hamburg, Jerman, dan diluncurkan pada 27 Juni 1964 oleh Mgr Gabriel Manek, SVD.

Setelah menyelesaikan perjalanan menuju Indonesia, kapal ini tiba di Surabaya pada akhir Agustus 1964 dan mulai beroperasi pada September tahun yang sama.

Rute pelayarannya menghubungkan Surabaya-Flores-Timor. Kehadirannya menjadi sangat penting karena pada masa itu perjalanan laut merupakan salah satu sarana utama untuk menghubungkan masyarakat di pulau-pulau Nusa Tenggara dengan pusat-pusat perdagangan, pendidikan, pemerintahan, dan pelayanan di Jawa.

Bukan Sekedar Kapal Gereja
Walaupun lahir dari kebutuhan misi SVD, fungsi Ratu Rosari jauh lebih luas. Kapal ini tidak saja mengangkut para misionaris, tetapi juga membawa pelajar, mahasiswa, pedagang, tukang bangunan, orang sakit, pegawai pemerintah, bahan bangunan, serta berbagai kebutuhan masyarakat.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA