Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 252 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

DI banyak daerah, anggota DPRD sering diukur dari seberapa sering mereka berbicara di sidang, memasang baliho, atau tampil dalam kegiatan seremonial. Padahal seorang wakil rakyat seharusnya tidak hanya hadir secara fisik dalam politik, tetapi juga hadir secara intelektual.

Karena itu, sudah saatnya muncul satu budaya baru di Kabupaten Sikka: anggota DPRD seyogyanya menulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gagasan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sebenarnya sangat penting bagi kualitas demokrasi lokal. Seorang Anggota DPRD bukan hanya pembuat keputusan politik, melainkan juga pembaca realitas sosial masyarakatnya. Mereka berbicara tentang kemiskinan, pendidikan, kesehatan, nelayan, petani, pariwisata, sejarah, budaya, tenaga kerja migran, lingkungan, hingga pembangunan daerah. Semua itu seharusnya tidak berhenti dalam pidato politik sesaat, tetapi dituangkan dalam pemikiran tertulis yang bisa dibaca, diuji, dan diwariskan kepada publik.

Politik Tanpa Tradisi Menulis, Perlahan Jadi Politik Tanpa Gagasan
Hari ini masyarakat sering tidak mengetahui apa sebenarnya pemikiran Anggota DPRD tentang daerahnya sendiri. Banyak wakil rakyat aktif berbicara, tetapi sangat sedikit meninggalkan jejak intelektual. Padahal melalui tulisan, masyarakat bisa melihat apakah seorang politisi benar-benar memahami persoalan daerah atau sekadar pandai berbicara di depan publik.

Karya tulis juga menjadi bentuk pertanggungjawaban moral kepada rakyat. Ketika seorang Anggota DPRD menulis tentang pertanian Sikka, krisis air, pendidikan, sejarah Kabupaten Sikka, pariwisata Flores, perdagangan orang, atau masa depan anak muda NTT, publik dapat membaca arah pikirannya secara lebih jernih.

Kabupaten Sikka sebenarnya memiliki begitu banyak isu penting yang layak ditulis dan diteliti. Mulai dari sejarah maritim Flores, perkembangan sosial masyarakat Sikka, warisan Portugis di kawasan timur Nusantara, problem tenaga kerja migran, kemiskinan desa, kerusakan lingkungan pesisir, budaya lokal, hingga tantangan ekonomi generasi muda. Semua itu membutuhkan politisi yang tidak hanya pandai berdebat, tetapi juga mampu berpikir mendalam dan menuangkannya dalam tulisan.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Berhasil Tarik Tunggakan Rp 1,8 Miliar, BRI Maumere Kembali Perpanjang MoU dengan Kejaksaan Negeri Sikka

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tinggalkan Ego Sarjana, Gadis Muda Adonara Bangun Rumah Tenun Milenial, Tembus Mancanegara

Sabtu, 26 September 2026 - 07:59 WITA

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA