Tim Polda NTT Kena Prank, Gula Halus Dikira Sabu, 2 Terduga Pelaku Dibebaskan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 436 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra

Maumere-SuaraSikka.com: Tim Polda NTT kena prank saat melakukan operasi penertiban narkotika di Maumere Kabupaten Sikka. Sempat mengamankan barang bukti yang diduga sabu, ternyata hanya gula halus. Dua terduga pelaku pun akhirnya dibebaskan.

Kasus prank terhadap Tim Polda NTT ini kemudian menjadi diskursus menarik. Apalagi video penangkapan dua terduga pelaku tersebut beredar luas pada platform media sosial. Banyak kalangan mempertanyakan profesionalisme kerja Tim Polda NTT.

Tidak butuh lama, Polda NTT akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral penangkapan dua pemuda yang diduga terlibat kasus narkotika. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra memastikan hasil pemeriksaan laboratorium bahwa  serbuk putih yang diamankan polisi bukan narkotika.

“Hasil pemeriksaan laboratorium klinik menyatakan kedua pemuda tersebut negatif mengandung narkotika,” jelas Kabid Humas Polda NTT sebagaimana dikutip dari Tribrata News NTT.com, Kamis (7/5).

Baca Juga :  Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Menurut dia, hasil laboratorium klinik sekaligus memperkuat pengakuan salah satu pemuda yang sejak awal menyebut paket tersebut hanya berisi gula halus.

Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan penanganan kasus itu dilakukan oleh Tim Subdit 2 Ditresnarkoba Polda NTT berdasarkan laporan informasi dan surat perintah tugas penyelidikan dugaan tindak pidana narkotika. Tim kemudian bergerak dari Kupang menuju Maumere melalui Larantuka pada Selasa (6/5).

Berita Terkait

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:02 WITA

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terbaru