Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 782 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KM Ratu Rosari

KM Ratu Rosari

Karena itu, Ratu Rosari menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kapal tersebut ikut membuka ruang mobilitas bagi orang-orang Flores yang hendak mencari pendidikan, berdagang, bekerja, berobat, atau melakukan perjalanan ke daerah lain.

Dalam konteks pembangunan Nusa Tenggara pada masa itu, transportasi laut bukan hanya soal perpindahan manusia. Ia juga berarti perpindahan pengetahuan, barang, tenaga, dan kesempatan.

Ratu Rosari di Mata Flores
Di Flores, kapal ini lebih dikenal dengan sebutan Kapal Ratu. Salah satu tempat yang memiliki kenangan kuat terhadap pelayaran Ratu Rosari adalah kawasan Maumere. Kapal ini disebut sering singgah di Sadang Bui, kawasan yang kini kemudian dikenal sebagai Pelabuhan Laurens Say.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi masyarakat yang hidup pada masa itu, kedatangan Kapal Ratu merupakan sebuah peristiwa. Penumpang naik dan turun, barang dibongkar dan dimuat, sementara keluarga menunggu kedatangan orang-orang yang datang dari jauh.

Kapal itu menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Flores. Dia bukan hanya membawa orang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, tetapi juga menjadi simbol perjalanan menuju kehidupan yang lebih luas.

Gereja Terapung
Salah satu keunikan Ratu Rosari adalah keberadaan ruang ibadah di dalam kapal. Karena memiliki kapel, altar, dan fasilitas untuk kegiatan keagamaan, kapal ini kemudian dikenal sebagai “gereja terapung.”

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru