


Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka tengah bergegas dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Magnitudo. Pemerintah daerah setempat melalui mekanisme Perubahan APBD 2026 sudah mengusulkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 13.030.929.669,21.
Besaran BTT ini melonjak drastis setara 1.171,42 persen, karena pada APBD Perubahan 2026 BTT hanya dialokasikan Rp 1.024.758.978,75. Usulan tambahan Rp 12.006.170.690,46 mendapat respon dari banyak pihak, terutama Fraksi-Fraksi di DPRD Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago beralasan peningkatan BTT berkaitan dengan kebutuhan penanganan bencana gempa bumi serta kebijakan pemerintah pusat dalam penggunaan tambahan Dana Alokasi Umum (DAU).
“Penggunaan BTT diarahkan untuk tanggap darurat dan pascabencana, antara lain untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penyelamatan dan evakuasi, perlindungan kelompok rentan, pemulihan sarana dan prasarana vital, pelayanan kesehatan, serta kebutuhan rehabilitasi dan pemulihan lainnya sesuai ketentuan,” alasan Bupati Sikka.
Di tengah proses pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 yang sedang berlangsung antara DPRD Sikka dan Pemkab Sikka, daerah-daerah di Pulau Flores yang diguncang gempa, termasuk Kabupaten Sikka, mendapat suntikan dana Bantuan Kemasyarakatan dari Presiden Prabowo Subianto. Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan senilai Rp 20 miliar.
Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto, khususnya kepada Kabupaten Sikka. Bagi dia, bantuan tersebut sangat membantu dan berarti sekali ketika daerah ini sedang dilanda gempa bumi tektonik dan mengalami kesulitan finansial.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












