


Maumere-SuaraSikka.com: Belanja Modal di Kabupaten Sikka anjlok drastis. Pada APBD 2026 dialokasikan Rp 44.943.387.882,81, namun dalam Perubahan APBD 2026 Pemkab Sikka mengusulkan hanya Rp 32.599.656.972 25. Terjadi pengurangan sebesar Rp 12.343.730.910,56. Hampir pasti infrastruktur jalan di daerah itu bakal jadi korban.
Usulan pengurangan Belanja Modal ini memicu berbagai komentar fals dari Fraksi-Fraksi di DPRD Sikka. Fraksi Partai Demokrat menyebut kebijakan ini adalah poin yang paling menguatirkan. Sementara Fraksi Garda Solidaritas yang notabene merupakan fraksi pemerintah mengklaim pengurangan belanja modal adalah pilihan yang sungguh disayangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fraksi Partai Demokrat beralasan saat ini Kabupaten Sikka menbutuhkan rehabilitasi pascagempa, pemeliharan jalan, irigasi, dan fasilitas umum.
“Penurunan ini sangat riskan,” ujar Anggota Fraksi Partai Demokrat Piet Christian da Cunha.
Bagi Fraksi Partai Demokrat, rasionalisasi anggaran boleh dilakukan, tetapi tidak boleh mengorbankan infrastruktur strategis.
“Pertanyaan Fraksi, kegiatan fisik apa saja yang dipangkas atau ditunda? Bagaimana pemerintah menjamin penurunan ini tidak menghambat pemulihan pascagempa dan pelayanan dasar?” seru Piet Christian da Cunha.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












