


Maumere-SuaraSikka.com: Bantuan seng untuk warga 5 desa di Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, masih menyisakan persoalan. Pasalnya seng bantuan ukuran 0,02 disebut-sebut berukuran tipis, karena itu tidak layak dijadikan atap rumah.
“Sangat tipis, tidak layak huni,” seru Anggota Fraksi Partai Gerindra Fabianus Toa di Forum Rapat Paripurna DPRD Sikka, Rabu (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia merespon klarifikasi yang disampaikan Pelaksana Tugas Sekda Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa terkait bantuan seng dipersoalkan Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Garda Solidaritas.
Menurut dia, ukuran seng 0,02 sangat tidak ideal bagi ketahanan atap rumah bagi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Dengan fakta erupsi yang terus menerus dan tidak pernah berhenti, Fabianus Toa meyakini seng tersebut gampang sekali cepat rusak akibat digerogoti abu vulkanik.
Fabianus Toa mengatakan informasi yang diperoleh bahwa bantuan 10.000 lembar seng yang diberikan kepada warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, sebenarnya merupakan seng sisa dari Kabupaten Flotim.
“Itu pengadaan supplier untuk Flotim, ada sisa 12.000, lalu 10.000 diberikan kepada warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Sikka,” tegas dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












