Fabianus Toa kemudian mempertanyakan bantuan 33.000 lembar seng sebagaimana yang diusulkan pemerintah daerah setempat. Dia mendorong pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi agar bantuan seng segera direalisasikan.
“Sekda bilang usulkan 33.000, tapi yang dibantu baru 10.000. Artinya masalah ini belum selesai. Nah koordinasi sudah sejauh mana,” tanya dia.
Terkait persoalan bantuan seng, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dalam keterangannya hanya menjawab diplomatis. Dia menerangkan bahwa upaya pengajuan bantuan yang dilakukan pemerintah bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bagi 5 desa di Kecamatan Talibura telah dilakukan disertai langkah koordinasi dan komunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya Pelaksana Tugas Sekda Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa memastikan bantuan seng untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah direalisasikan secara bertahap. Dari total 33.000 lembar seng yang diusulkan Pemkab Sikka kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 10.000 lembar telah diterima dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
“Masyarakat terdampak kebanyakan mengalami kerusakan di bagian atap seng. Kami selalu berkoordinasi dengan BNPB. Pada saat itu kita mengusulkan permohonan untuk bantuan seng sebanyak 33.000 lembar sesuai kondisi yang ada,” jelas dia.
Usulan tersebut kemudian diverifikasi bersama oleh tim BNPB dan Pemerintah Kabupaten Sikka. Namun, karena kebutuhan masyarakat mendesak dan memasuki musim hujan, BNPB terlebih dahulu mendorong 10.000 lembar seng dari Huntara Flores Timur. Menurut dia, 10.000 lembar seng tersebut memiliki spesifikasi BJLS 0,2. Sebelum didistribusikan terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












