Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 782 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KM Ratu Rosari

KM Ratu Rosari

Dalam pelayarannya, kegiatan keagamaan dapat dilakukan di atas kapal. Laut yang luas menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pelayanan.

Namun, fungsi kapal tidak terbatas hanya bagi umat Katolik. Ratu Rosari juga menjadi sarana transportasi masyarakat umum dan bagian dari kehidupan sosial di wilayah yang dilayaninya.

Bruder Marianus dan Sejarah Kapal
Dalam sejarah Ratu Rosari, nama Bruder Marianus SVD juga memiliki tempat penting. Biarawan ini dikenal berkaitan dengan perancangan dan pengembangan kapal tersebut pada tahun 1964. Kehadirannya menunjukkan bahwa misi pada masa itu tidak hanya membutuhkan Imam dan tenaga pastoral, tetapi juga orang-orang dengan keahlian teknis untuk mendukung pelayanan di wilayah kepulauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ratu Rosari kemudian menjadi salah satu contoh bagaimana pelayanan misi beradaptasi dengan kondisi geografis Nusa Tenggara yang dipisahkan oleh laut.

Dari Pendidikan Hingga Pembangunan
Bagi Flores dan daerah-daerah sekitarnya, salah satu warisan terbesar Ratu Rosari adalah terbukanya mobilitas manusia. Para pelajar dan mahasiswa dapat melakukan perjalanan ke Jawa untuk melanjutkan pendidikan. Pedagang dapat membawa barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Tenaga pembangunan dapat bergerak menuju daerah-daerah yang membutuhkan.

Kapal ini juga mendukung pengangkutan bahan dan perlengkapan untuk pembangunan sekolah, gereja, rumah pastor, dan berbagai fasilitas lainnya.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru