Dengan demikian, sejarah Ratu Rosari tidak dapat dipisahkan dari sejarah perubahan sosial di Flores dan Nusa Tenggara.
Ketika Zaman Berubah
Seiring berkembangnya sistem transportasi laut pemerintah dan semakin tersedianya kapal-kapal reguler, kebutuhan terhadap kapal misi seperti Ratu Rosari mulai berkurang.
Memasuki dekade 1990-an, perubahan tersebut semakin terasa. Transportasi reguler pemerintah membuat fungsi kapal misi menjadi semakin sulit dipertahankan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Biaya operasional dan perubahan kebutuhan transportasi akhirnya turut memengaruhi keberlanjutan pelayaran Ratu Rosari.
Kapal yang selama puluhan tahun menghubungkan Jawa dan Nusa Tenggara itu kemudian berakhir dalam sebuah zaman yang berbeda.
Jika pada zaman Portugis kapal Mondego menjadi bagian dari jaringan pelayaran yang membentang jauh dari Brasil dan Afrika menuju Lisboa, kemudian ke Dili, Larantuka, Sikka, hingga Paga, maka sejarah pelayaran di kawasan Flores memperlihatkan bahwa laut sejak dahulu bukanlah batas yang memisahkan pulau-pulau, melainkan jalan yang menghubungkannya dengan dunia yang lebih luas.


Ikuti Kami
Subscribe












