Dalam kisah pelayaran Portugis itu, nama Mondego dan Santa Catarina juga membawa kita pada dunia pelabuhan dan pelayaran Portugal. Di muara Sungai Mondego, di Figueira da Foz, berdiri Forte de Santa Catarina yang menjadi bagian dari pertahanan kawasan muara dan pelabuhan.
Dari sana, kita dapat melihat gambaran sebuah dunia maritim yang pada masanya menghubungkan berbagai tempat yang sangat jauh. Mondego berada dalam lingkungan sejarah pelayaran Portugis yang membawa kepentingan perdagangan, politik, dan hubungan antarpelabuhan pada zamannya.
Berabad-abad kemudian, dalam konteks yang berbeda, Ratu Rosari hadir sebagai bagian dari babak baru sejarah pelayaran Nusa Tenggara. Jika Mondego membawa cerita tentang jaringan pelayaran Portugis yang menjangkau wilayah-wilayah jauh, maka Ratu Rosari menghubungkan Flores dan Nusa Tenggara terutama dengan Jawa, sekaligus menjadi sarana pergerakan manusia, pendidikan, perdagangan, pembangunan, pelayanan sosial, dan kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, Mondego dan Ratu Rosari dapat ditempatkan dalam satu garis panjang sejarah maritim Flores: dua kapal dari zaman yang berbeda, dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan arti penting laut bagi masyarakat Flores.
Mondego merepresentasikan Flores dalam jaringan pelayaran Portugis yang lebih luas, sedangkan Ratu Rosari merepresentasikan babak ketika transportasi laut menjadi salah satu penggerak mobilitas dan perubahan sosial di Nusa Tenggara.
Perbedaannya justeru memperlihatkan perubahan zaman. Dari jaringan pelayaran Portugis yang menghubungkan wilayah-wilayah jauh di Asia, Afrika, dan Atlantik, sejarah kemudian bergerak menuju kebutuhan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara.


Ikuti Kami
Subscribe












