


Maumere-SuaraSikka.com: Peristiwa gempa bumi tektonik pada 15 Agustus 2026 seakan membawa mujizat. Mata air muncul pada beberapa titik di Kampung Waituri, Waiplatehen, Desa Wailamung Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka. Padahal mata air di tempat itu pernah hilang saat terjadi gempa bumi dan tsunami pada 12 Desember 1992 lalu.
Arnoldus Slamet, seorang warga di kampung itu mengatakan sejumlah titik mata air ini muncul di sebelah selatan Kapela Waituri, dekat dengan perumahan penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini fenomena alam. Muncul kembali mata air yang dulu pernah ada sebelum gempa 12 Desember 1992,” ujar dia.
Dulu sebelum tzunami 1992, kata dia, air semacam lumpur berwarna kuning. Air terasa hangat. Tapi masyarakat tidak bisa konsumsi, baik untuk minum maupun mandi.
“Rasanya sepat, kalau pakai sabun untuk mandi pun terasa lengket, kurang berbusa,” kisah dia.
Munculnya sejumlah titik mata air ini, meski dipandang sebagai mujizat, namun masyarakat sekitar justeru kuatir. Masyarakat harap-harap cemas fenomena alam ini malah bisa menjadi pertanda bahaya kebencanaan yang lebih dahsyat lagi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












