Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 117 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selokan di Kampung Waituri Talibura yang selama ini kering, kini dialiri air, diduga bersumber dari mata air yang baru muncul pascagempa buni tektonik beberapa waktu lalu

Selokan di Kampung Waituri Talibura yang selama ini kering, kini dialiri air, diduga bersumber dari mata air yang baru muncul pascagempa buni tektonik beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Peristiwa gempa bumi tektonik pada 15 Agustus 2026 seakan membawa mujizat. Mata air muncul pada beberapa titik di Kampung Waituri, Waiplatehen, Desa Wailamung Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka. Padahal mata air di tempat itu pernah hilang saat terjadi gempa bumi dan tsunami pada 12 Desember 1992 lalu.

Arnoldus Slamet, seorang warga di kampung itu mengatakan sejumlah titik mata air ini muncul di sebelah selatan Kapela Waituri, dekat dengan perumahan penduduk.

“Ini fenomena alam. Muncul kembali mata air yang dulu pernah ada sebelum gempa 12 Desember 1992,” ujar dia.

Dulu sebelum tzunami 1992, kata dia, air semacam lumpur berwarna kuning. Air terasa hangat. Tapi masyarakat tidak bisa konsumsi, baik untuk minum maupun mandi.

Baca Juga :  237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

“Rasanya sepat, kalau pakai sabun untuk mandi pun terasa lengket, kurang berbusa,” kisah dia.

Munculnya sejumlah titik mata air ini, meski dipandang sebagai mujizat, namun masyarakat sekitar justeru kuatir. Masyarakat harap-harap cemas fenomena alam ini malah bisa menjadi pertanda bahaya kebencanaan yang lebih dahsyat lagi.

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:40 WITA

Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terbaru