
DUNIA sudah tidak sabar lagi menunggu final Piala Dunia 2026. Spanyol dan Argentina mencapai puncak tertinggi pada laga yang diprediksi penuh emosional. Seluruh sorot mata warga dunia kini menjangkau seputar East Rutherford di New Jersey Amerika.
Laga partai puncak dijadwalkan berlangsung di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium), Senin (20/7) pukul 03.00 Wita. Ini adalah stadion olahraga termahal yang pernah dibangun di dunia, dengan biaya sekitar $1,6 miliar. Stadion ini menggunakan permukaan rumput sementara yang dipasang khusus untuk turnamen. Venue ini memiliki kapasitas sekitar 82.500 penonton. Hampir pasti tribun stadion dipadati fans 2 negara ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Duel Spanyol dan Argentina bukanlah pertemuan yang asing lagi. Transfermarkt menyebut Spanyol dan Argentina telah bertemu 14 kali sejak tahun 1952. Spanyol menang 6 kali, Argentina juga menang 6 kali, dan 2 laga berakhir seri. Dalam level Piala Dunia, Spanyol dan Argentina bertemu pada fase grup di Piala Dunia 1966. Argentina menang dengan skor 2-1.

Bentrok antara Spanyol dan Argentina layak disebut sebagai duel terbaik Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena mempertemukan dua raksasa sepak bola, tetapi karena dunia akan menyaksikan benturan dua identitas besar: Spanyol dengan keindahan sepak bola kolektifnya, melawan Argentina dengan semangat juang dan mental juara yang tak pernah padam. Kita akan menyaksikan duel seru yang tidak sekedar menentukan juara, tetapi juga menjadi panggung pembuktian dua filosofi sepak bola yang berbeda.
Spanyol datang sebagai tim yang paling rapi sepanjang turnamen. La Roja melaju ke final dengan permainan kolektif yang nyaris tanpa cela. Mereka menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, hingga Prancis, dengan kombinasi penguasaan bola, disiplin taktik, dan efektivitas penyelesaian akhir. Bahkan hingga semifinal, pertahanan Spanyol menjadi salah satu yang paling sulit ditembus.
Di sisi lain, Argentina kembali menunjukkan kedigdayaan sebagai kekuatan besar di sepak bola dunia. Sang juara bertahan tidak selalu tampil dominan, tetapi selalu menemukan cara untuk menang. Cape Verde, Mesir, Swiss, hingga Inggris, menjadi korban kegigihan Albiceleste yang mampu mengubah tekanan menjadi kemenangan.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












