Selama Piala Dunia 2026, baik Spanyol maupun Argentina menunjukkan bahwa keberhasilan mereka bukan semata-mata karena kualitas individu. Di balik setiap kemenangan, ada kemampuan membaca pertandingan, melakukan penyesuaian taktik, dan mengambil keputusan pada momen-momen krusial.
Final antara Spanyol dan Argentina akan mempertemukan pelatih Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni. Duel antara guru dan murid. Luis De la Fuente, pelatih berusia 65 tahun, saat ini memimpin tim Spanyol. Sementara Lionel Scaloni yang berusia 48 tahun, mengasuh tim Argentina. Masing-masing pelatih membawa semangat dan strategi untuk meraih gelar tertinggi dalam sepak bola dunia.

Lionel Scaloni mengambil lisensi UEFA Pro di La Ciudad del Futbal, Madrid, pada November 2017. Saat itu dia menjadi asisten pelatih Sevilla. Selama proses tersebut, Luis De la Fuente menjadi salah satu mentor Lionel Scaloni, yang juga banyak menghabiskan karir sepak bolanya di Spanyol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni memiliki hubungan yang baik, meskipun tidak terlalu akrab. Lionel Scaloni mengakui peran Luis De la Fuente dalam pengembangan karier kepelatihannya. Bahkan saat kursus pelatihan, Lionel Scaloni menyebut Luis de la Fuente sebagai profesor.
Luis de la Fuente juga memberikan pujian kepada Lionel Scaloni. Dia merasa beruntung dapat mengajar Lionel Scaloni dan beberapa mantan pemain Argentina lainnya yang kini menjadi pelatih sukses. Pujian Luis de la Fuente kepada Lionel Scaloni adalah pelatih juara dunia.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente membangun tim yang mengandalkan penguasaan bola sebagai fondasi permainan. Sejak fase gugur, La Roja hampir selalu memegang kendali tempo. Para pemain dituntut sabar mengalirkan bola, menarik lawan keluar dari posisinya, lalu mencari celah melalui kombinasi umpan pendek yang cepat. Filosofi itu membuat Spanyol mampu mendominasi lawan tanpa harus bermain terburu-buru.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












