


Maumere-SuaraSikka.com: PVBMG menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur Propinsi NTT menjadi awas, sejak Selasa (9/1) pukul 23.00 Wita.
Peningkatan status menjadi awas, menyusul keluarnya lava pijar berwarna merah. Sejumlah pihak sempat mendokumentasikan kondisi lava pijar ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya gunung berapi yang erupsi sejak 23 Desember 2023 lalu, ditetapkan status siaga pada 1 Januari 2024 hingga 14 Januari 2024.
Secara visual, selama 1-9 Januari 2024 tertangkap adanya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. Gambaran memperlihatkan peningkatan tinggi kolom erupsi maksimum 1.500 meter dari pusat erupsi yang berada pada area sebelah barat laut-utara kawah
PVMBG juga mengamati adanya sinar api di kawah utama Terpantau juga adanya lantaran lava pijar dari puncak.
Aktivitas tremor juga tercatat terus mengalami peningkatan amplitudo. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan energi erupsi.
Terhadap kondisi terbaru itu, PVBMG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan sektoral 5 kilometer ke arah Barat Laut Utara.
Rekomendasi lain yakni harus dilakukan evakuasi sektoral yaitu seluruh masyarakat Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura. Sebagian besar masyarakat di desa ini sudah berada di lingkungan pengungsian Kementerian Sosial di Desa Konga Kecamatan Titehana sejak Selasa (2/1).
Saat ini hujan sudah mulai rutin turun sejak hari Minggu (7/7) di kawasan pengungsian dan sekitarnya. Sementara arah angin cenderung ke arah timur dan utara sehingga lingkungan pengungsian Kementerian Sosial sering turun debu vulkanik.
Masyarakat juga diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Jika terjadi erupsi dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah. Apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan masker dan kaca mata.
Saat ini pengungsi yang terdampak erupsi berjumlah 5.057 jiwa tersebar di berbagai titik. Antara lain 1.408 jiwa berada di lingkungan pengungsian Kementerian Sosial.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe











