Gunung Lewotobi Naik Status Jadi Awas, Masyarakat Segera Menjauh

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Januari 2024 - 07:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 709 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Lewotobi Laki-Laki mulai mengeluarkan lava pijar,  Selasa (9/1) malam

Gunung Lewotobi Laki-Laki mulai mengeluarkan lava pijar, Selasa (9/1) malam

Maumere-SuaraSikka.com: PVBMG menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur Propinsi NTT menjadi awas, sejak Selasa (9/1) pukul 23.00 Wita.

Peningkatan status menjadi awas, menyusul keluarnya lava pijar berwarna merah. Sejumlah pihak sempat mendokumentasikan kondisi lava pijar ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya gunung berapi yang erupsi sejak 23 Desember 2023 lalu, ditetapkan status siaga pada 1 Januari 2024 hingga 14 Januari 2024.

Secara visual, selama 1-9 Januari 2024 tertangkap adanya aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. Gambaran memperlihatkan peningkatan tinggi kolom erupsi maksimum 1.500 meter dari pusat erupsi yang berada pada area sebelah barat laut-utara kawah

PVMBG juga mengamati adanya sinar api di kawah utama Terpantau juga adanya lantaran lava pijar dari puncak.

Baca Juga :  Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Aktivitas tremor juga tercatat terus mengalami peningkatan amplitudo. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan energi erupsi.

Terhadap kondisi terbaru itu, PVBMG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung  Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau  wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan sektoral 5 kilometer ke arah Barat Laut Utara.

Rekomendasi lain yakni harus dilakukan evakuasi sektoral yaitu seluruh masyarakat Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura. Sebagian besar masyarakat di desa ini sudah berada di lingkungan pengungsian Kementerian Sosial di Desa Konga Kecamatan Titehana sejak Selasa (2/1).

Saat ini hujan sudah mulai rutin turun sejak hari Minggu (7/7) di kawasan pengungsian dan sekitarnya. Sementara arah angin cenderung ke arah timur dan utara sehingga lingkungan pengungsian Kementerian Sosial sering turun debu vulkanik.

Baca Juga :  Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Masyarakat juga diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Jika terjadi erupsi dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah. Apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan masker dan kaca mata.

Saat ini pengungsi yang terdampak erupsi berjumlah 5.057 jiwa tersebar di berbagai titik. Antara lain 1.408 jiwa berada di lingkungan pengungsian Kementerian Sosial.*** (eny)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA