Ara juga tercatat pernah memimpin organisasi sayap PDIP yang bernama Taruna Merah Putih yang dikenal sangat militan itu.
Bintang Ara belakangan ini cenderung meredup. Dia semakin jarang tampil ke hadapan publik. Ara juga terlempar dari Senayan setelah 3 periode menjadi anggota DPR RI karena kegagalannya pada Pileg 2019, karena dia harus bertarung bukan di wilayah basis binaannya.
Ada desas desus internal bahwa Ara mulai tersingkir dan tak disukai Megawati karena dia mencoba mewacanakan merit system dalam manajemen organisasi PDIP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana pun, perjuangan Ara dalam kontestasi Pilpres 2019 sempat menarik perhatian Jokowi. Ara sempat masuk daftar calon anggota kabinet, bahkan dia sempat hadir siap untuk dilantik di Istana dengan dress code, namun akhirnya harus balik kanan pada detik-detik terakhir. Konon karena resistensi Megawati.
Loyalitas
Sejak kultur prerogatif Ketum dalam PDIP menjadi main rule, maka kesetiaan atau loyalitas kader segera menjadi ukuran atau value terpenting dalam partai berlambang banteng moncong putih. Siapa pun kader PDIP harus siap menyatakan sekaligus menunjukkan sikap tegak lurus dalam artian kesetiaan dan kepatuhan kepada Megawati selaku Ketum.
Keluarnya Ara dari PDIP tentu suatu kerugian. Beberapa kader PDIP secara jujur mengakui itu. Namun di sisi lain, kesetiaan sebagai suatu value rasanya tergusur dari diri Ara sebagai sosok yang dilahirkan dan dibesarkan di dalam PDIP.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












