Lagipula, momentum keluarnya Ara yang katanya tegak lurus kepada Jokowi itu juga terkesan oportunis. Dalam tahap eskalasi kontestasi Pilpres 2024 ini, pengunduran diri Ara yang normatif elegan itu halus bak menggunting dalam lipatan menusuk dari belakang.
Dalam pengunduran diri Ara itu jelas terselubung desain pembusukan baik bagi PDIP maupun bagi Ganjar, Capres yang didukung PDIP.
Sekedar komparasi saja, Andi Gani Nena Wea dan William Yani Wea adalah 2 putera Jacob Nua Wea yang sampai detik ini masih bersikap tegak lurus kepada Megawati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena peran dan jasa orangtuanya, di kalangan internal PDIP, Andi Gani dan William sempat disebut-sebut berdarah biru pula. Namun Andi Gani misalnya, meski sangat dekat dengan Jokowi, namun sesuai pesan mendiang orangtuanya agar selalu setia kepada Megawati, Andi Gani yang juga menjadi Presiden organisasi buruh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang memiliki anggota lebih dari 3 juta orang itu lantas memilih untuk mendukung Ganjar. Bahkan demi prinsip loyalitas yang dia anut tersebut, Andi Gani memutuskan untuk mundur dari posisi sebagai komisaris utama di PT Pembangunan Perumahan (PP), BUMN.
Demikian pula dengan William Yani Wea, putera Jacob Nuwa Wea yang lain. Walau saat ini William Yani seperti tersingkirkan oleh elite partai, namun dia bergeming dalam kesetiaan tegak lurus kepada Megawati. Padahal William Yani merupakan kader banteng sejati yang meniti karir politiknya dari struktur PDIP yang paling bawah di tingkat RW sejak tahun 1988.
William Yani yang sempat menjadi Ketua DPD Jaktim selama 2 periode merupakan satu-satunya Ketua DPC di DKI yang pada tahun 2011 yang mendukung Jokowi menjadi calon Gubernur DKI sedangkan pengurus DPC yang lain mendukung Fauzi Bowo.
Jelang Pilpres 2024 ini walau datang tawaran bertubi-tubi kepadanya untuk bergabung mendukung kubu Prabowo, dia tidak tergoda. William Yani tetap setia dan tegak lurus kepada Megawati, mendukung Ganjar-Mahfud.***
Ditulis oleh GF Didinong Say,
simpatisan Ganjar-Mahfud


Ikuti Kami
Subscribe












