Rupanya harapan Maria Yuliana Tanga tidak terwujudkan. Meski rela antri hingga pukul 13.00 Wita, dia tidak mendapatkan suntikan VAR. Gara-gara stok VAR terbatas, membuat dirinya terpaksa kembali ke rumah dengan membawa kegelisahan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Maria Margaretha Bogar mengaku stok VAR sangat terbatas. Khusus untuk Palue hanya dijatah 20 vial.
Karena keterbatasan stok VAR, Dinas Kesehatan Sikka lebih memrioritaskan korban gigitan anjing beberapa hari lalu yang sama sekali belum disuntik VAR, termasuk petugas vaksinasi yang saat ini sedang melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di Kecamatan Palue.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecamatan Palue belakangan ini menjadi sarang virus rabies. Dalam kurun waktu 4 bulan, tercatat 4 warga Kabupaten Sikka yang meninggal dunia akibat rabies, 3 di antaranya adalah warga Palue.
Rabies sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa di Kabupaten Sikka per 17 Maret 2024 lalu. Meski demikian upaya penanganan dan pencegahan terkesan masih sangat lamban.
Minimnya ketersediaan vaksin HPR, tidak adanya stok VAR, rendahnya dukungan anggaran, serta lemahnya kesadaran pemilik HPR, semakin membuat pemerintah daerah tidak berdaya dengan virus berbahaya ini.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












