Selain sebagai politisi, beberapa kandidat juga aktif pada berbagai kegiatan lain. Fransiskus Stephanus Say masih setia memimpin organisasi nelayan. Agustinus Romualdus Heni menjadi pegiat koperasi. Rafael Raga sibuk di dunia pertanian dan aktif pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Lalu Yofani Maria Renya Rosari Francis, srikandi restorasi, terus bergerak sebagai sociopreneur. Begitu juga Mathias Markus Yanes Mekeng, pengusaha muda di bidang developer.
Momentum Pilkada Sikka 2024, tidak saja menjadi milik para politisi. Birokrat aktif dan pensiunan birokrat yang kualitas sudah teruji, ikut turun gelanggang. Robertus Ray menjadi satu-satunya birokrat aktif yang ikut berproses.
Mantan Penjabat Bupati Sikka Florianus Mekeng yang sudah purnatugas, memantapkan tekad politiknya. Begitu juga birokrat yang baru saja pensiun seperti Bernadus Ratu, Blasius Hengki Sali, Kensius Didimus, dan Agustinus Boy Satrio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecuali Agustinus Boy Satrio yang telah bergabung ke Partai Nasdem, birokrat dan pensiunan birokrat yang lain hingga kini belum berminat masuk partai politik. Meski demikian, Kensius Didimus, Hengki Sali, dan Robertus Ray pernah masuk dalam proses penjaringan internal di Partai Golkar.
Beberapa pengusaha tidak hanya mau jadi penonton. Suitbertus Amandus, pengusaha kopi, ikut kontestasi. Meski usia uzur, anggota DPRD Sikka Periode 2004-2009 dari Partai Golkar itu percaya diri. Begitu juga Yance Maring, petani milenial. Dengan alasan petani juga bisa, dia siap “berperang”. Sama halnya dengan Theofilus Moan Sato, seorang pengusaha developer.
Masih ada 3 kandidat dengan profesi unik dalam Pilkada Sikka kali ini. Kasianus Nong Kensi bergerak di lembaga keuangan mikro. Lalu Albertus Ben Bao, mantan komisioner KPU Sikka yang bergiat di LSM/NGO. Dan terakhir Fidelis Nong Nogor, seorang jurnalis pariwisata.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












