Prevelensi Stunting di NTT Cenderung Naik, Lalu Makripuddin: Harus Cegah!

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 372 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat dan Pendidikan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN RI Lalu Makripuddin (ketiga dari kanan)

Kepala Pusat dan Pendidikan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN RI Lalu Makripuddin (ketiga dari kanan)

Maumere-SuaraSikka.com: Angka prevelensi stunting di Propinsi NTT saat ini berada pada level 37,9 persen sebagaimana Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Kondisi ini jika dibiarkan terus, bakal mengancam generasi emas NTT.

Kepala Pusat dan Pendidikan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN RI Lalu Makripuddin ikut prihatin atas realitas ini. Di depan 107 Penyuluh KB peserta Jambore PKB/PLKB di Maumere, Kamis (13/6), Lalu Makripuddin mewanti-wanti untuk melakukan percepatan penurunan stunting.

Baca Juga :  Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

“NTT sekarang 37 persen, ada kecenderungan peningkatan, sesuai data dari tahun 2021. Nah, kita harus yakin stunting di NTT turun,” ajak dia memberi semangat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Lalu Makripuddin, jika prevelensi stunting NTT masih tetap hingga 20-30 tahun ke depan, maka warga NTT pada usia produktif di tahun itu akan memiliki kualitas rendah, sering sakit-sakitan, dan tidak bisa bekerja pada sektor yang menghasilkan pendapatan tinggi. Dia menyebut warga NTT 20-30 tahun ke depan hanya bisa terlibat pada sektor informal, melakukan kerja keras, tapi berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

“Itu yang tidak kita inginkan, oleh karena itu kita harus cegah yang namanya stunting,” pinta dia.

Dalam konteks dan semangat mencegah stunting, Lalu Makripuddin mengapresiasi pelaksanaan Jambore PKB/PLKB yang berlangsung dalam 6 regional pada seluruh kabupaten/kota di NTT.

Berita Terkait

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WITA

Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terbaru