Ansy Lema berkomitmen mengupayakan pembangunan sistem rantai dingin dengan mendirikan pabrik es dan cold storage di wilayah Flores bagian timur untuk menopang hasil-hasil laut para nelayan di daerah yang terkenal dengan potensi kelautan dan perikanannya itu. Bahkan, perlu juga dibangun pabrik pengolahan ikan. Kemudian, Pulau Timor dan Sumba akan dibangun sentra-sentra produksi hewan dan tanaman hortikultura.
Ansy Lema juga menyebut akan mendirikan sejumlah pabrik pengolahan di setiap daerah penghasil komoditi mentah di NTT. Pewilayahan komoditi harus dikembangkan agar terjadi spesialisasi produksi. Misalnya di Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka dan tempat-tempat penghasil komoditi mentah lainnya.
“Jadi, bukan sama rata sama rasa. Pembangunan berbasis kewilayahan akan menjangkau bahkan menyentuh seluruh wilayah dengan mengedepankan potensi keunggulan masing-masing. Orientasi pembangunan Ansy-Jane adalah menekankan pada tiga konsep kunci, yaitu pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat,” jelas dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Ansy Lema menegaskan akan membangun sistem penyangga pangan pada daerah-daerah NTT yang memiliki potensi pariwisata yang besar seperti Labuan Bajo, Sumba, dan sebagainya. Menurutnya, pariwisata adalah penggerak utama gerbong perekonomian rakyat sehingga wilayah-wilayah dengan potensi pariwisata yang besar harus ditopang dengan sistem penyangga pangan yang baik.
Untuk mencapai pembangunan berbasis kewilayahan, Ansy Lema menjelaskan akan melakukan kolaborasi bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota yang ada di NTT.
Menurutnya, kolaborasi untuk mempermudah identifikasi potensi dan keunggulan yang dimiliki masing-masing wilayah di NTT serta menjadikan pemerintah kabupaten/kota mitra yang mengawasi setiap proyek pembangunan berbasis kewilayahan di NTT.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












