302 Pelajar dari Talibura Mengungsi ke Waigete

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 21 November 2024 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 225 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa pelajar pengungsi di tenda pengungsian Pos Lapangan Penanganan Pengungsi di Waigete Kamis pekan lalu

Beberapa pelajar pengungsi di tenda pengungsian Pos Lapangan Penanganan Pengungsi di Waigete Kamis pekan lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, berdampak serius bagi Kecamatan Talibura di Kabupaten Sikka. Ribuan warga dari 4 desa terpaksa mengungsi ke Waigete, di antaranya terdapat 302 pelajar dari tingkat PAUD/TK hingga SMA.

Data yang diterima media ini dari Penjabat Sekda Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, hingga Selasa (19/11) tercatat 1.180 jiwa yang mengungsi ke Pos Lapangan Penanganan Pengungsi di LPUT Waigete. Semua mereka adalah warga  Desa Ojang, Hikong, Timu Tawa, dan Kringa, kecuali 12 pengungsi berasal dari Kabupaten Flotim.

Dari jumlah tersebut, terdata 38 pelajar PAUD/TK sederajat, 161 pelajar SD sederajat, 74 pelajar SMP sederajat, dan
29 pelajar SMA sederajat.

Terhadap ratusan pelajar yang sedang mengungsi di Waigete, Kepala Dinas PKO Sikka Germanus Goleng menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para pengawas dan para guru.

Baca Juga :  Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

“Sudah diatur untuk ada kegiatan belajar mengajar bagi pengungsi pelajar,” jelas Germanus Goleng, Kamis (21/11).

Germanus Goleng mengatakan bagi PAUD/TK dan sederajat pembelajaran dilaksanakan pada tenda di Pos Lapangan Penanganan  Pengungsi. Menurut dia, ada tenda khusus yang disiapkan untuk KBM.

Berita Terkait

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere
Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere
Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih
8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN
Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WITA

Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terbaru